Selasa, Juni 10, 2008

HORAYYY kaya sekolah, dapet PR

Posted by LoveLy KhaLisa at 02.37 0 comments
wahhh hari ada PR dadakan, ato Quiz dadakan, kata Mama Andra mesti dikumpulin secepatnya...walahh ga belajar niy (kaya mahasiwa z..)
Ya udah Quiz ini aku kerjakan seadanya di kepala, mudah2an dapet nilai bagus..dgn bahasa gado-gado yach

1. What do you want for your birthday?
cake?? no...only God and My Hubby knows what i really want (skip dulu...)


2. Who will be your next kiss?
Alyssa and her dad ;-p

3. When was the last time you when to the mall?
first week on May, bolak-balik ITC Kuningan

4. Are you wearing socks right now?
No..sleeper Yes

5. How did you spend your summer?
walaaa jadul banget, walking around Horbour side, watching people...window shop at down town, some where

6. Have you been to the cinema in the last 5 days?
Nooo....i could not bring the baby to the Movie, nti dibilang egois banget siy siy ibu2 ;-p

7. What was the last thing you had to drink?
Just plain water more more almost spent one galon a day;-p. waktu mau flu n radang

8. What are you wearing right now?
training

9. What was your last purchase?
Dry pants Alyssa buat pergi lusa,mitu tissue basah

10. What was you’re the last food you ate?
padang food..as usual ;-p

11. Who would be the person you would call if you were up in the middle of the night and couldn’t sleep?
papanya Khalisa;-p kalo terpaksa

12. Have you bought any clothing items in the last week?
no...sekarang kalo belanja buat alyssa truss. mamanya dah reda tuh nafsu shoping nya

13. Do you have a pet?
i dont like pet, my hubby like cats a lot, tp ga boleee dooong sama aku

14. What made you laugh in the last 5 days?
khalisaa's action, ada aja yang baru2

15. If you could be anywhere right now, where would you be?
Bandung...kasian khalisa sakit sapa tau disana sembuh

16. What is the last thing you purchased online?
never...ga pernah coba blanja on line

17. One thing you hate about yourself?
Moody, love sleepy so much, hard to wake up,easy to hungry (dah ahh nti bocor semua)

18. Do you miss anyone?
khalisa's dad...separate more than 2 weeks, it s a must cos of chiken pox hehe

19. What are your plans for the day?
packing stuff to Bandung

20. Last person you msg’?
ija...nanya perkembangan sakit, krn skrg khalisa yg batuk2

21. Ever went to a camp?
ever banget...Camp Duri Tercinta

22. Are you a good student in school?
i can be on Top, Always...deuuu sombong, kecuali mahasiswa yahh dah maless

23. What do you know about the (your) future?
i dont know, i just expect bright future...amin..

24. Are you wearing any perfume or cologne?
yup, Victoria's Secret, Pear Glace

25. Where is/are your best friend/s right know?
Duri Camp, Bandung, Jakarta

26. I will send this tag to
kemana yah..i ll think about it later,,dah di borong mama Andra siy..apa ke kamu aja Ross hehe,
yup..aku dah dapat sasarnnya...mama Adel,,mama Zaka n Kishan lagi cuti;-p..next siapa ya?;-p

at 21:34 0 comments

Mamam Sendiri

Posted by LoveLy KhaLisa at 02.10 0 comments
Kali ini mama kasih kepercayaan deh sama Khalisa untuk ngabisin makan malam nya sendiri...
dan ternyata seperti ini hasil nya...pintar kan, mamamnya habiss, magsud nya tupah semuaa n di remes-remes



Senin, Juni 09, 2008

Kacian Batuk

Posted by LoveLy KhaLisa at 21.57 0 comments
Cuaca d Duri niy sedang tidak bersahabat, Hujan temperatur cuaca sedang, ga hujan, extrem panaaaas bgt, masuk rumah dingin karena ber-AC extrem dingin..Khalisa pertama kali sakit batuk niy...kemaren dh d bawa ke docter. get well soon sweety

Memilih Makanan Bayi Instan yang Paling Sehat

Posted by LoveLy KhaLisa at 08.47 1 comments
Tiap orang tua menginginkan bayinya memiliki awal yang terbaik dalam hidup mereka. Ada banyak pilihan yang harus dipilih. ASI atau susu formula? Disposableatau popok? Dan jika bayi sudah pada waktu pemberian makanan padat, mana yang lebih sehat?

Di zaman yang serba sibuk ini perawatan bayi sehari-hari dengan waktu yang terbatas membuat banyak orang tua yang memilih makanan bayi instan. Apalagi makanan instan ini terdapat dalam berbagai jenis sepanjang tahun.

Bayi biasanya mulai memakan makanan padat di usia empat sampai enam bulan. Lebih lambat dari itu tidak dianjurkan. Pada usia enam bulan, bayi biasanya mempunyai dua kali berat badan pada waktu lahir dan pada saat itulah dia tertarik untuk makan apa saja yang di sekitarnya.

Untuk mendapatkan pilihan makanan bayi instan yang paling sehat, carilah saran dari dokter anak, ahli gizi dan para orang tua serta dari toko. Rata-rata bayi Amerika mengkonsumsi 600 bungkus makanan bayi dalam kemasan setiap tahunnya. Rata-rata bayi di Eropa Barat mengkonsumsi makanan bayi dalam kemasan sebanyak 240 buah setiap tahunnya dan di Eropa Timur sekitar 12 buah setiap tahunnya.

Sebelum memasukkan makanan padat dalam menu bayi Anda, pastikan dulu kesiapan anak Anda itu. Dokter anak mengatakan salah satu kesalahan orang tua yang paling umum adalah memberi makanan padat terlalu dini pada anaknya. Jika sudah saatnya mengenalkan si kecil pada makanan padat, orang tua dan perawat memiliki tiga pilihan, yaitu membeli makanan dalam kemasan biasa, membeli makanan bayi dalam kemasan yang oraganik, atau membuat makanan bayi sendiri.

Tak perlu dipertanyakan soal biaya, Anda akan mengeluarkan uang lebih banyak untuk makanan bayi dalam kemasan yang banyak diiklankan. Dan biaya akan lebih banyak lagi dikeluarkan untuk yang organik. Keuntungan dari memberi bayi makanan buatan sendiri ialah Anda mengetahui apa yang bayi Anda makan.

Untuk bayi yang sudah agak besar, banyak makanan dalam kemasan yang hadir dengan berbagai campuran, seperti daging ayam dan sayuran. Kekurangannya dari segi nutrisi ialah produsen pembuat makanan bayi tidak diharuskan untuk memberi keterangan pada labelnya berapa tepatnya jumlah ayam dan jumlah sayuran yang terdapat dalam satu kemasan.

Banyak orang tua beranggapan makanan organik lebih sehat untuk bayi. Tapi, ingat bahwa makanan nonorganik menghasilkan jumlah vitamin dan mineral yang sama dengan yang organik.

Banyak produsen makanan bayi yang memasarkan produknya dalam tiga kategori. Yaitu, makanan tahap pertama, tahap kedua, dan tahap ketiga. Makanan pada ketiga kategori tersebut bervariasi jenisnya, porsinya, ukurannya, dan terkadang teksturnya, untuk melengkapi kebutuhan pertumbuhan bayi.

Makanan tahap pertama adalah satu macam buah, sayuran, dan sereal kering sebagai makanan padat pertama yang dapat dicerna bayi. Bahan dasar untuk makanan bayi tahap pertama sedikit berbeda antara satu merek dengan merek lainnya. Masing-masing terbuat dari satu macam buah atau sayuran, air, dan ditambahkan vitamin C atau asam sitrat. Tapi, berapa banyak pisang dalam satu kemasan? Sulit untuk dikatakan.

Hukum tidak mengijinkan perusahaan untuk menyebutkan dan tidak mungkin untuk mengetahui berapa banyak air yang ditambahkan. Namun, kandungan karbohidrat dari sebuah buah atau sayur merupakan indikator yang baik untuk menunjukkan berapa banyak buah atau sayuran dalam suatu produk. Rata-rata sebuah pisang mengandung 10-15 gram karbohidrat dan rata-rata satu buah beratnya 15 gram.

Sereal, buah-buahan, sayur-sayuran, daging, makanan olahan dan hidangan penutup merupakan makanan bayi tahap kedua dan ketiga untuk bayi umur enam sampai sembilan bulan.

Perbedaan mendasar antara makanan bayi tahap kedua dan ketiga ialah makanan tahap ketiga cenderung memiliki tekstur yang lebih kasar dan mungkin mengandung potongan-potongan kecil dari makanan. Produsen makanan bayi seperti Gerber dan Beech-Nut menjual sekitar 60 persen produk mereka berupa makanan tahap kedua.

Kebanyakan produsen pembuat makanan bayi menambahkan air, tepung, dan gula untuk makanan tahap kedua dan ketiga. Hal ini membuat Anda seolah-olah mendapatkan makanan yang lebih kaya. Namun, sebenarnya hal itu akan mengurangi kandungan nutrisinya. Jadi yakinkan diri Anda untuk membaca kandungan produk pada kemasannya.

Setiap bayi memiliki pilihan sendiri untuk makanannya. Tiap bayi memiliki jadwal pengenalan makanan yang tak sama. Akan tetapi ada garis besar yang bisa diikuti. Pada saat memperkenalkan makanan keras pada bayi, orang tua harus memperhatikan makanan yang mudah dicerna oleh bayi dan tidak menimbulkan alergi.

Yang paling umum adalah memperkenalkan sereal untuk pertama kali. Dibandingkan gandum yang bisa menimbulkan alergi, sereal lebih bagus karena mengandung zat besi yang sangat dibutuhkan bayi. Disamping itu juga mudah bercampur dengan air sehingga mudah dicerna.

Setelah sereal, pemberian sayuran dan buah-buahan bisa diperkenalkan. Biasanya pada saat bayi berumur enam sampai delapan bulan. Banyak dokter anak yang menyarankan sayuran yang didahulukan karena seringkali bayi yang telah merasakan manisnya buah-buahan tak tertarik untuk makan sayur yang rasanya tak semanis buah. Pada umur sebelas bulan, asupan daging mulai diberikan, disusul kuning telur dan kemudian putih telur.

Pada saat bayi berusia 8 bulan ke atas, carilah bahan tambahan seperti tepung tajin dan gula-gulaan yang biasanya tersedia dalam kemasan di swalayan.

Produk ini tidak berbahaya namun hanya mengandung sedikit nutrisi. Karena bayi kurang nafsu makan, maka tambahan tersebut bisa membantu makanan lebih bernutrisi. Kehadiran pengental seperti tepung beras, tepung terigu, dan sagu modifikasi, membuat makanan menjadi tipis dan kurang nutrisi.

Belajar memberi makan pada bayi bisa menjadi saat yang emosional baik bagi orangtua maupun sang bayi. Jangan memaksa bayi Anda untuk langsung menyukai makanan padat pada saat pertama kali.

Kemampuan untuk memakan makanan padat dan menelannya terjadi secara refleks serta tidak terjadi pada saat yang sama pada semua bayi. Saat Anda mulai mengenalkan makanan padat, cobalah untuk tidak putus asa saat bayi anda tampak tidak memakannya. Cobalah mengenalkan makanan baru lagi keesokan harinya. Mulailah dengan satu makanan setiap kalinya. Perkenalkan makanan baru setiap sekitar tiga hari. Perhatikan tanda-tanda ketidakcocokan atau alergi, seperti muntah-muntah, diare, dan gatal-gatal. ruz

Kaleng Harus Bunyi

Menyimpan dan mengolah makanan bayi instan ada caranya. Anda juga harus waspada atas produk yang kadaluarsa, rusak atau telah terkontaminasi zat lain. Berikut hal yang patut diperhatikan:
-Simpan makanan bayi jauh dari uap, kelembaban, panas dan produk dengan bau menyengat.
-Dengarkan bunyi penutup saat membuka kaleng baru. Jika tidak ada bunyi, singkirkan makanan tersebut.
-Beri makan bayi Anda dari piring lain, bukan langsung dari kaleng dan jangan mengembalikan makanan yang belum dimakan ke dalam kaleng. Ini mencegah air liur bayi merusak makanan yang tersisa di kaleng.
-Tutup kembali kaleng dan simpan di kulkas maksimum tiga hari.
-Hati-hati saat memanaskan makanan bayi. Makanan mungkin menjadi terlalu panas. Daging cenderung menjadi panas secara tak merata dan mungkin hancur saat dikeluarkan dari microwave. Aduk makanan dengan baik untuk mendistribusikan panas dan selalu coba suhu makanan sebelum diberikan pada bayi. ruz

Dikutip dari: http:/www.republika.co.id -- Koran » Wanita -- Minggu, 25 Januari 2004

Ketemu teman-teman

Posted by LoveLy KhaLisa at 00.45 1 comments

Foto Ahh sama yang Ulang tahun...Happy belsedey Andraa..

Sabtu, Juni 07, 2008

Cari makanan Baby

Posted by LoveLy KhaLisa at 04.41 0 comments
Kasian Khalis dari pertama d kenalin makanan baru kenal yang instant-instan aja...biscuit, bubur susu...paling banter yang fresh cuma pisang...
Tapi memang rencana mama, perkenalan makanan 6-7 bulan mau yang lembut-lembut dulu menghindari sembelit.
nnnh memasuki 7 bulan mama baru akan memperkenalkan yang lebih variasi salah satunya makanan home made.
ini dia hasil browsing tadi siang salah satu nya

http://mommyraffi.multiply.com/journal/item/1
...tinggal nunggu praktek aja..

Selasa, Juni 03, 2008

Baju Baru ku

Posted by LoveLy KhaLisa at 16.20 0 comments

Makasiy ms Zaka n Kishan,,,now i m look like a lady

Senin, Juni 02, 2008

bobo aja

Posted by LoveLy KhaLisa at 08.47 0 comments

di Wizma khalisa bobo aja...tak ada teman sebaya, disini bapak-bapak semua ;-p

Sabtu, Mei 31, 2008

Diary Mama Bulan May

Posted by LoveLy KhaLisa at 22.54 0 comments

21 May 2008
Tragedi Caterpillar

Khalisa susah sebulan terakhir ini punya teman main..namanya si Caterpillar…boneka berbentuk Ulet Bulu yang bisa ngoceh kalo di pencet-pencet atau di tarik..kalo khalisa punya cara main tersendiri tentunya, kadang dengan jidat nya yang dibenturin, kadang dengan telapak tangan dia pukul-pukul. Dengan sikut atau dengan kaki terdepak atau dengan badanya sendiri si Caterpillar ketindihan hihi.. yang penting si caterpillar itu tidak berhenti ngoceh.

Tadi siang rupanya terjadi hal yang bikin mama Panik,,tiba-tiba aja ada bentol bentol besaaar meraaah dan banyaaak, di muka, seluruh permukaan perut dan dada, leher, punggung, tengkuk, kaki dari paha, betis sampai kaki bawah yaa bisa di bilang seluruh badannya..aduuuuh mama paniknya bukan main, sementara dia masih belum merasa terusik dengan bentol-bentol yang sudah mulai berkembang biak tambah banyak dan melebar dalam hitungan menit saja…masih asik menepuk-nepuk Caterpillar,sementara mama sibuk mempersiapakan barang bawaan ke rumah sakit, nelp papa suruh pulang dl;p sama nelpon medical.

Wahhh dari gejalanya ga mungkin alergi dari makanan, ini seperti di sengat ulet bulu…tapi ulet bulu dari mana, ga mungkin si caterpillar besar itu yang nyengat..dia kan made in plastik..

Tapi sepertinya kecurigaan sementara mengacu ke sana..yahhh si caterpillar beneran…mmmmh akhirnya mama menduga-duga dari hasil menganalisis kronologis kejadian sebelumnya…(ciyeee kaya apaan aja) tadi waktu istirahat papa alyssa pulang…trus dia menggendong..dari ceritanya papa habis dari field…nnnnahh mungkin di field itu ada ulet bulu ato sejenis apalah terbang berhamburan namaya juga di jungle trus nempel di baju ato celana..trus gendong alyss.

Makanya si bentol-bentol itu berkembang subur beberapa menit setelah di gendong papanya…sooo karena bentol-bentol dah makin lebat dan melebar mama bawa ke UGD, mudah-mudahan bisa, karena dia sepeti nya udah ga tahan sama bentol-bento nya yang mulai menggatal..trus kasiannya dia kan ga bisa menggaruk..hiks.

Sebelumnya takutnya itu cacar air, tapi ga mungkin secepat itu menyebar.akhirnya docter kasih obat caladin lotion…semua tubuh nya tanpa tersisa di balur,, cukup tebal.alhamdulilla setelah itu dia rada anteng dan bentol nya mengempes…fuuuhhh lega




22 May 08
Meet the friend

Khalisa main ke rumah Kei...akhirnya bisa main bareng juga,, y
Wah..Kei dah bisa duduk tuh…alyss Cuma melihat sirikk…ugghhh aku harus bisa duduk juga.

25 May 08
Ini Elmo yang bawel dan lucu yang selalu menghibur khalisa kalo lagi sendirian.. Tante Kiki dan Om Andika yang membawakanya tadi Sore untuk akuu. Trimakasiy Tante Ki n Om Dika…

27 May 2008
Ehhh hari ini mama liat khalisa bisa angkat badan pake kedua tangan, kaya orang mau push up..tp belom tahan lama…nge gubrak lagi nge gubrak lagi..
Sama mulai bisa ngomong da ddda daaa….daaaa dddaaaa…berulang-ulang..addaaa aaddaaa…

29 May
First imunisasi in Duri niy…mama sempet bingung dimana public healt itu yach..
Kali imi imunisasi Hep 3..pake injerikk mungkin itu tulisannya.sebelumnya dia selalu pake yang yufax..tapi kata doc anak disini ,,,it s okey

30 May 08
Suprisee…Andraa…temanku yang ganteng itu..tadi main ke Wisma ku luo kikikikkk suenang nya…Iya Andra kamu dulu seharusnya jadi penghuni Wisma Puncak seperti aku..Andra bawa in aku teman baru, boneka baby Simba,,thanktiuu tayyang..
Kalo mama siy asyik ngobrol sama tante Rosie and tante Lily..

Berenang Bikin IQ Tinggi !!!

Posted by LoveLy KhaLisa at 00.27 0 comments
Jadi, Bu-Pak, ajaklah si kecil berenang. Sekalipun masih bayi, tak masalah. Bahkan, bayi baru lahir pun tak akan tenggelam kalau dicemplungin ke dalam air.

Hasil penelitian di Melbourne, Australia, menunjukkan, secara statistis IQ anak-anak yang diajarkan berenang sejak bayi lebih tinggi ketimbang anak-anak yang tak diajarkan berenang atau diajarkan berenang setelah usia 5 tahun. Anak-anak tersebut diukur IQ-nya ketika mereka berusia 10 tahun. Tak hanya itu, pertumbuhan fisik, emosional dan sosialnya pun lebih baik.

Penelitian lain menunjukkan, bayi lebih gampang diajarkan berenang ketimbang orang dewasa, karena bayi tak pernah memiliki faktor X semisal bahaya. Bukankah bayi belum mengerti bahaya? Lagi pula, bayi sangat menyukai air sehingga ia pun akan suka diajak berenang. Nah, hal ini membuatnya jadi lebih mudah belajar berenang.

Selain itu, bayi baru lahir hingga usia 3 bulan bisa langsung nyemplung ke dalam air tanpa takut tenggelam, karena pada usia tersebut, ia memiliki refleks melangkah yang banyak kegunaannya untuk berenang. "Refleks melangkah merupakan salah satu refleks yang menyertai bayi seperti halnya refleks menggenggam dan refleks berjalan," jelas Dr. Karel Staa dari RS Pondok Indah, yang juga mantan perenang pemegang rekor 200 meter gaya dada pada 1960-1962.

Jadi, bila kita meletakkan bayi usia di bawah 3 bulan di dalam air, secara otomatis ia akan menggerak-gerakkan kakinya menyerupai paddle dog sehingga tak tenggelam. Bisa dikatakan, pada usia di bawah 3 bulan bayi sudah bisa berenang dengan gaya primitif. Bukan berarti setelah usia tersebut, bayi tak bisa berenang lagi, lo. Kendati refleksnya sudah menghilang, ia tetap bisa melakukan gerakan berenang walaupun tak terorganisir atau acak-acakan. Soalnya, dengan ada gaya gravitasi, ia merasa ditekan dari bawah air sehingga ia bisa mengambang. Ia pun jadi senang.

Apalagi sejak di perut ibu, bayi sebenarnya juga sudah berenang dalam air ketuban selama 9 bulan. Setelah lahir, kemampuannya berenang tinggal ditingkatkan saja. Bahkan, saking populernya berenang ini, di luar negeri sampai ada proses melahirkan yang dilakukan di dalam air, lo. "Secara medis, hal ini tak akan menimbulkan masalah karena merupakan proses alami." Jadi, tak ada alasan lagi untuk ragu-ragu mengajak si kecil berenang, ya, Bu-Pak.

HARUS AMAN

Yang penting diperhatikan, ketika berenang bayi harus merasa aman dan memang harus ada pengaman. Jadi, orang tua harus mendampinginya. Ini syarat mutlak, lo. "Jika orang tua sama-sama masuk ke dalam air dan sama-sama berenang dengan bayi, maka selain merasa aman, bayi pun bisa merasakan ada respon dari orang tua," tutur Karel.

Disamping, dengan orang tua mendampingi juga bisa bermain dengan bayi sehingga ada interaksi antar manusia. "Ini merupakan salah satu keunggulan berenang." Coba bandingkan kala bayi baru belajar duduk atau berjalan, apakah orang tua akan mendampingi dan melakukan gerakan yang sama terus menerus dengan anak? Kan, enggak. "Nah, berenang lain. Mereka sama-sama masuk air, sama-sama berenang sehingga rasa enjoy-nya lebih. Ini akan berguna untuk perkembangan psikologis anak." Itulah mengapa, kedua orang tua sebaiknya ikut bersama bermain di dalam air.

Tentunya, berenang juga berguna untuk pertumbuhan. "Motoriknya berkembang lebih pesat ketimbang ia hanya bermain di lantai." Bukankah saat berenang, semua otot bekerja? Nah, kalau di lantai, hanya otot-otot tertentu saja yang bekerja. Apalagi jika ibu memberikan baby walker sehingga bayi jadi terbiasa berjalan dengan alat itu. Akhirnya, gerakan-gerakan ototnya jadi terbatas karena hanya otot-otot tertentu saja yang bekerja.

PERHATIKAN KEBERSIHAN AIR

Nah, kini Ibu-Bapak semakin mantap, kan, mengajak si kecil berenang? Tapi berenangnya di rumah saja, ya, kalau usia si kecil masih di bawah 6 bulan, agar bisa mengontrol kebersihan dan suhu airnya. Jangan lupa, di usia ini enzim pencernaan bayi belum matang. Jadi, kalau ia secara tak sengaja menelan air yang tak bersih kala berenang, bisa mengakibatkan mencret, muntah, dan sebagainya.

Bukan berarti di rumah harus ada kolam renang, lo. Toh, banyak benda yang bisa dijadikan sebagai pengganti kolam renang seperti bak mandi, ember besar, bathtub, dan lainnya. Nah, biasakan bayi bermain di situ. "Sebenarnya, ketika bayi tengah mandi atau bermain air merupakan salah satu cara mengenali atau menghayati air pada anak," tutur Karel.

Setelah bayi berusia 6 bulan ke atas barulah bawa ia ke kolam renang terbuka atau umum. "Tapi harus pilih, ya. Mungkin di Indonesia masih sulit karena kita, kan, enggak punya kolam berenang khusus bayi. Bahkan kebanyakan kolam renang di Jakarta, air yang dipakai itu-itu saja, muter saja di situ. Diputarnya pakai mesin lalu ditambahkan kaporit dan daun-daun atau kotorannya diangkat; sebulan sekali baru diganti." Hal ini dikarenakan sulitnya sumber air di Jakarta. Lain dengan di kota pegunungan seperti Bogor dan Cibodas, "mereka memiliki kolam renang yang airnya mengalir".

Jadi, bila mau membawa bayi berenang di kolam renang umum, pilih waktu yang tepat, yaitu ketika kolam renang masih dalam keadaan bersih; biasanya di waktu pagi. "Suhunya juga harus disesuaikan, sebaiknya jangan lebih dari 31 atau 32 derajat celcius." Khusus untuk bayi usia satu bulan pertama, suhunya 34-35 derajat celcius.

Kebersihan lain yang harus diperhatikan ialah kaporitnya, "jangan terlalu jenuh, karena kaporit bisa mengakibatkan iritasi kulit, mata, dan lainnya." Ukuran kaporit yang ditetapkan untuk anak adalah 6-8 ppm. Hati-hati, lo, Bu-Pak, jika bayi sudah merasa trauma karena matanya perih, misal, selanjutnya akan jadi kendala.

UNTUK REKREASI

Yang perlu diingat, jangan sampai orang tua mengajak bayi berenang untuk mengejar prestasi karena tujuan utamanya adalah rekreasi. Beberapa asosiasi kedokteran anak di luar negeri malah mengatakan, berenang pada anak usia di bawah 4 tahun jangan dijadikan tujuan untuk mengejar prestasi. Di atas usia itu barulah orang tua bisa mengajarkan gaya-gaya berenang yang ditargetkan untuk prestasi.

Dalam bahasa lain, bayi berenang hanya untuk fun. "Mulai usia setahun bolehlah diarahkan pada prestasi, tapi tidak dengan cara ditekan," ujar Karel. Misal, setiap hari harus berenang 50 meter bolak-balik. Soalnya, di usia tersebut ia baru bisa mengikuti gerakan-gerakan renang yang dilakukan orang tuanya. Sama halnya dengan bayi usia setahun yang suka marah-marah karena melihat orang tuanya yang suka marah-marah, begitu pula berenang. "Kalau orang tua suka berenang dengan gaya yang cukup baik maka ia pun akan mengikuti."

Jadi, ajak si kecil berenang untuk kesehatannya lebih dulu, ya, Bu-Pak. Soal gaya renang akan mengikuti secara otomatis bila ia sudah menyukainya. Jangan lupa, ketika mendampinginya, Ibu-Bapak juga harus fun, lo, bukan lantaran terpaksa.

Dikutip dari: Milis Nakita

Selasa, Mei 27, 2008

wowww dia berbicara

Posted by LoveLy KhaLisa at 05.35 0 comments
27 May 2008

Ehhh hari ini mama liat khalisa bisa angkat badan pake kedua tangan, kaya orang mau push up..tp belom tahan lama…nge gubrak lagi nge gubrak lagi..
Sama mulai bisa ngomong da ddda daaa….daaaa dddaaaa…berulang-ulang..addaaa aaddaaa…
**************************************************************************************

28 May 2008

Dah Mau Expert niy...
**************************************************************************************

29 May 2008

First imunisasi in Duri niy,tempatnya di Public Health.
Kali imi imunisasi Hepatitis B yang ke- 3..pake injerikk (mungkin itu tulisannya). sebelumnya Alyss selalu pake yang yufax..tapi kata docter anak disini ,,,it s okey.
**************************************************************************************


30 May 2008

Suprisee…Andraa…temanku yang ganteng itu..tadi main ke Wisma ku luo kikikikkk suenang nya…Iya Andra kamu dulu seharusnya jadi penghuni Wisma Puncak seperti aku..Andra bawa in aku teman baru, boneka baby Simba,,thanktiuu tayyang..
Kalo mama siy asyik ngobrol sama tante Rosie and tante Lily..

Senin, Mei 26, 2008

Khalisa n Friends

Posted by LoveLy KhaLisa at 18.15 0 comments






Meet the friend
22 May 08

Khalisa main ke rumah Kei...akhirnya bisa main bareng juga,, yang sebelumnya paling mommy mommy aja yang cuap cuap di telp sharing dari semenjak hamil 0 bulan…ya..karena usia dari hamil berdekatan sampe delivery, jadi problem and keluhan hampir sama dan susul menyusul..
Wah..Kei dah bisa duduk tuh…alyss Cuma melihat sirikk…ugghhh aku harus bisa duduk juga.


**************************************************************************************



25 May 08

Ini Elmo yang bawel dan lucu yang selalu menghibur khalisa kalo lagi sendirian.. Tante Kiki dan Om Andika yang membawakanya tadi Sore untuk akuu. Trimakasiy Tante Ki n Om Dika…Kapan2 main ke rumah ku yach

Minggu, Mei 18, 2008

Tidur Berkualitas Membuat Anak Cerdas

Posted by LoveLy KhaLisa at 00.29 0 comments
WAKTU tidur mencukupi menjadi salah satu aspek penentu tumbuh kembang optimal anak. Amati karakter dan pola tidur si kecil. Yakinkah kualitasnya tak bermasalah?

Bagi bayi, tidur sama pentingnya dengan asupan gizi makanan dan minuman. Saat si kecil tertidur, aktivitas regenerasi sel-sel tubuh dan tumbuh kembang otak mencapai puncaknya. Demikian juga bagian otot, kulit, dan tulang. Pada waktu tidur, tubuh memproduksi hormon pertumbuhan tiga kali lebih banyak dibanding ketika dia terbangun.

Menurut Konsultan Tumbuh Kembang Anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) cabang DKI Jakarta, Dr Rini Sekartini SpA(K), tidur merupakan kebutuhan dasar untuk tumbuh kembang bayi dan batita (bayi di bawah tiga tahun).

Tidur yang berkualitas juga dapat memperkuat daya tahan tubuh, kemampuan belajar dan daya ingat, perkembangan fungsi hormon, metabolisme tubuh, serta sistem jantung dan pembuluh darah.

"Kenyataannya, belum banyak orangtua yang menyadari bahwa tidur berkualitas merupakan hal yang sangat penting bagi bayi atau batita," ungkap dokter yang juga menjadi anggota Asia Pacific Paediatric Sleep Alliance(APPSA).

Penelitian yang melibatkan para orangtua di lima kota besar di Indonesia yaitu di Jakarta, Bandung, Medan, Palembang, Batam mengungkapkan, sekitar 72,2 persen orangtua menganggap masalah tidur pada bayi atau batita bukanlah masalah, atau hanya merupakan masalah sepele.

Padahal, penelitian yang sama juga mengungkapkan bahwa 44 persen bayi dan batita di Indonesia mengalami gangguan tidur. Seperti sering terbangun di malam hari dan kurang tidur. Sementara itu, di Amerika sebanyak 84 persen anak usia 1-3 tahun dilaporkan mempunyai masalah tidur yang persisten.

Masalah tidur bisa dalam hal kuantitas, yaitu jumlah lamanya tidur kurang dari normal. Atau, hal-hal yang menyangkutkualitastidurseperti sulit memulai tidur, sering terbangun di malam hari sebanyak 2-3 kali, bila terbangun susah tertidur kembali, ataupun rewel, sering menangis, menjerit, ketakutan, menggesekkan gigi, dan ngorok.

Bayi usia 2-3 bulan biasanya pola tidurnya tidak teratur. Rini menuturkan, idealnya bayi usia 9 bulan dapat tidur sepanjang malam, dan jika terbangun di malam hari, seharusnya dapat tertidur kembali dengan sendirinya. "Ketika bayi terbangun jangan langsung diberi susu atau makan. Tunggu sampai ia duduk, baru diberikan," sarannya.

Hal senada diungkapkan, Dr Stanley Coren dalam bukunya Sleep Thieves. Dia menjelaskan bahwa pada usia anak 9-18 bulan seharusnya orangtua membiasakan anak untuk tidur sepanjang malam. "Jangan segera menggendong mereka agar cepat kembali tidur," tegas Coren.

Bagi orangtua hendaknya waspada karena jika kuantitas dan kualitas tidur tidak optimal, bisa mengakibatkan masalah serius. Tak hanya akan mengantuk di siang hari, anak jadi rentan infeksi dan obesitas. Dari aspek kognitif, masalah tidur bisa membuat anak cenderung lamban, kurang kreativitas dan perhatian serta terganggu konsentrasi. "Keluarga yang dekat dengan si anak pun akhirnya ikut dibuat repot dan stres," jelas Rini.

Pengalaman itu dirasakan model dan presenter, Arzeti Bilbina. Ketika anak kurang tidur cenderung timbul ulah yang kurang menyenangkan. "Dia jadi mudah marah-marah dan mukulin siapa saja didekatnya, tapi kalau tidurnya pulas, besoknya bermain dengan enak," ujarnya.

Dikutip dari: www.okezone.com

Selasa, Mei 13, 2008

Gunting Kuku, Yuk!

Posted by LoveLy KhaLisa at 07.15 0 comments
Banyak bayi yang lahir dengan kuku cukup panjang. Sekalipun nampak lemas dan hanya setebal kertas, kuku itu bisa menggores wajahnya, lho .

Menggunting kuku bayi memerlukan strategi khusus dan super hati-hati. Kalau tidak, salah-salah bukan hanya kuku, tapi kulitnya juga ikut tergores gunting!

Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan.

- Sebelum menggunting kuku
- Siapkan dulu berbagai peralatan yang dibutuhkan, yaitu:
- Gunting kuku atau pemotong kuku berupa penjepit
- Kapas
- Air matang
- Alkohol 70%
- Sebelum digunakan, bersihkan alat potong kuku dengan kapas yang sudah diberi alkohol.
- Saat menggunting kuku

- Gunting kuku setelah si kecil mandi, sebab kukunya jadi agak lunak. Selain itu, setelah mandi biasanya ia terlelap, sehingga memudahkan dalam menggunting. Selain itu, pada saat tidur, telapak tangan bayi akan terbuka. Biasanya, jari-jemari bayi baru lahir menggenggam terus. Dalam posisi seperti ini, Anda jadi susah menggunting kukunya.

- Jika jari-jarinya masih juga menggenggam, secara perlahan buka genggamannya. Caranya, letakkan ibu jari Anda di bagian luar telapak tangan si kecil, sementara jari Anda yang lain masuk ke bagian dalam telapak tangannya.

- Bersihkan kotoran yang ada di balik kuku bayi dengan kapas yang sudah dicelup air matang. Jangan sekali-kali membersihkannya dengan ujung gunting kuku.

- Perhatian!

- Kuku bayi sangat cepat tumbuhnya. Jadinya, ketika Anda sedang membersihkan tubuh si kecil, jangan lupa periksa juga kukunya.

- Jangan terlalu sering memotong kuku bayi, karena akan mempermudah terjadinya kerusakan pada kulit di sekitar kuku. Gunting kukunya kalau panjangnya kira-kira 1½ -2 mm.

- Jika Anda takut memotong kuku si kecil, minta bantuan orang lain. Selain bisa melukainya, kuku yang dibiarkan tumbuh panjang bisa jadi sarang kotoran dan kuman penyakit. Namun demikian, sebaiknya Anda tetap belajar memotong kuku si kecil.

- Jangan panik bila jari mungilnya sedikit berdarah. Segera bersihkan luka dengan kapas yang sudah dibasahi alkohol, kemudian diolesi dengan obat antiseptik.

Dikutip dari: http://www.ayahbunda-online.com

Minggu, April 13, 2008

Kita Main Yuk .... !

Posted by LoveLy KhaLisa at 01.07 0 comments
Tak hanya rasa gembira yang dirasakan si kecil dalam permainan interaktif . Tapi ia juga bisa belajar banyak tentang dirinya, Anda dan lingkungan sekitarnya.

Memang, tak ada yang lebih menyenangkan daripada bermain dengan buah hati tercinta. Apalagi, kegiatan ini bisa pula memperkuat rasa cinta dan kedekatan dengan Anda, ‘guru’ pertamanya. Tapi perlu diingat bahwa ketertarikan dan rentang perhatian ‘murid kecil’ Anda ini berbeda-beda atau terhadap suatu permainan . Jadi, pemberian stimulasi lewat permainan ini sebaiknya tidak berlebihan.

Marsha Gerdes, Ph.D , psikolog yang juga dokter anak di The Children’s Hospital of Philadelphia, Amerika Serikat, menyarankan agar orang tua cermat memperhatikan ekspresi atau sikap tubuh sang anak saat bermain. Jadi, segeralah berhenti bermain dan beristirahat begitu si kecil memalingkan muka, mengalihkan pandangan matanya, atau rewel.

Selain itu, pilihan permainan dapat dilakukan berdasarkan perkembangan keterampilan, sesuai umurnya. Keterampilan apa saja?

Tingkatkan keterampilan motorik kasarnya

Permainan berikut dapat meningkatkan kemampuan si kecil dalam menggunakan otot-otot besar pada tangan, kaki, dan tubuh.

* Bayi baru lahir - 3 bulan: Main kaki dan tangan

Cara: Telentang kan bayi di atas alas yang rata. Sambil menyanyikan lagu favoritnya, tekuk kakinya perlahan-lahan, lalu luruskan kembali. Lakukan beberapa kali. Setelah itu, pegang tangannya, dan gerakkan turun naik perlahan-lahan. Ulangi permainan dalam posisi tidur menyamping atau tengkurap.

Manfaat: Membuat bayi sadar akan tubuhnya. Pada awal kehidupannya, bayi tidak dapat membedakan antara tubuhnya dan tubuh Anda. Seiring dengan irama lagu yang Anda nyanyikan, Anda juga dapat membantunya melakukan koordinasi gerakan-gerakan yang sederhana.

* Usia 4-7 bulan: Ayo, ambil bolanya!

Cara: Letakkan bola plastik kecil di atas gelas kertas dengan posisi di luar jangkauan si kecil. Lalu, tunjukkan bagaimana cara mengambil dan menjatuhkannya. Bila perlu, geser bola hingga dekat dengannya.

Manfaat: Membantunya mengembangkan kemampuan koordinasi tangan, mata dan kakinya. Selain itu, aksi meraih sesuatu akan memberi pemahaman pada si kecil kalau ia dapat menggerakkan tubuhnya maju. Dengan begini, ia akan ‘bersemangat” untuk merangkak kelak.

* Usia 8-12 bulan: Mana mainanku?

Cara: Bayi-bayi usia ini biasanya sudah mulai merangkak. Jadi, mengapa Anda tidak bergabung saja dengannya? Sebelumnya, tunjukkan padanya Anda menyembunyikan mainan berbunyi di bawah selembar selimut yang dihamparkan di depannya. Lalu, katakan, “Yuk, cari sama-sama!” Merangkaklah di belakangnya (seolah-olah sedang mengejarnya), dan bantu dia menemukan mainannya.

Manfaat: Selain melatih koordinasi dan kekuatan otot-ototnya, permainan ini juga melatih daya ingatnya.

Meningkatkan keterampilan motorik halus

Dengan beberapa permainan ini, bayi dapat melatih keterampilan dan koordinasi otot-otot halusnya. Misalnya, otot-otot jari tangan, jari kaki, pergelangan tangan, bibir, dan lidah.

* 0 – 3 bulan: Hai, kamu menangkapku

Cara: Gelitik telapak tangan si kecil dengan jari tangan Anda. Saat dia menangkap jari tangan Anda, goyangkan saja sambil berkata, “Kamu telah menangkapku!” Biar seru, gerakkan jari tangan Anda ‘keluar masuk’ genggaman tangannya.

Manfaat: Selain melatih otot-ototnya, upaya si kecil untuk menggenggam jari tangan Anda memberikan keasyikan tersendiri.

* Usia 4-7 bulan: Tekan pipiku

Cara: Pangku si kecil menghadap Anda (bila perlu, sangga punggungnya). Kembungkan pipi Anda, lalu kempiskan dengan jari telunjuk Anda sambil mengatakan, “Puh.” Ulangi gerakan agar si kecil meniru hal yang sama dengan pipi Anda. Tunjukkan pula padanya kalau ia menekan hidung Anda, Anda akan bersuara, “Beep-beep.” Jika ia menarik kuping Anda, Anda akan menjulurkan lidah.

Manfaat: Permainan ini akan mengembangkan koordinasi tangan dan matanya. Selain itu, ia juga belajar kalau tangannya bisa jadi ‘alat’ untuk menyebabkan terjadinya sesuatu.

* Usia 8-12 bulan: Kotak ajaib

Cara: Masukkan beberapa benda kecil, seperti bola, bel, atau boneka, ke dalam kotak. Berikan kotak pada bayi Anda, lalu biarkan ia memeriksa isinya dan mengosongkannya. Selanjutnya, lihat apakah ia dapat menaruh kembali semua benda ke dalamnya.

Manfaat: Tanpa disadari, si kecil belajar untuk membunyikan bel dengan menggerakkan pergelangan tangannya, atau menjatuhkan bola saat membuka tangannya. Pada usia 9 bulan, Anda dapat melatihnya mengambil benda kecil dengan telunjuk dan ibu jarinya. Namun, jangan berikan benda atau mainan yang diameternya kurang dari 3 cm dan panjangnya kurang dari 2 cm.

Mendorong keterampilan berbahasa

Permainan ini akan membantu mengembangkan kemampuan bayi untuk berbagi informasi, mengekspresikan emosi, serta memperoleh pengertian dari orang dan lingkungan di sekitarnya.

* Bayi baru lahir - 3 bulan: Tanya jawab

Cara: Lakukan kontak mata dengan bayi Anda, lalu bertanyalah, “Di mana dagumu?” Tirulah suara menelan, lalu berseru, “Ini dia dagumu!” sambil menggelitik bawah dagunya. Ulangi untuk anggota tubuh yang lain. Jangan lupa. gunakan suara-suara dan ekspresi yang berlainan untuk masing-masing anggota tubuh.

Manfaat: Semakin banyak variasi, semakin mengasyikkan bagi si kecil. Walau belum mengerti apa yang Anda ucapkan, ia belajar nada suara dan struktur bahasa berupa tanya jawab dari suatu percakapan.

* Usia 4-7 bulan: Bermain musik

Cara: Pada usia 6 bulan, si kecil mulai dapat menyisipkan huruf-huruf konsonan pada ucapannya. Tirulah ucapannya, misalnya ba ba ba, da da da, atau ma ma ma, saat Anda bermain musik bersamanya. Letakkan sebuah drum, ember plastik, atau kaleng bertutup di atas lantai di hadapan Anda berdua. Bila perlu, beri si kecil alat bantu untuk memukul, seperti sendok kayu. Kalau si kecil tidak mau memukul apapun, ajak bertepuk tangan sambil ucapkan, “Ba ba ba.”

Manfaat: Dapat membantu mengembangkan keterampilan mendengarnya. Ia juga akan belajar menikmati irama dengan tempo yang berbeda-beda.

* Usia 8-12 bulan: Suara binatang

Cara: Letakkan 3 buah boneka binatang, misalnya anjing, bebek dan kucing, di atas lantai di hadapan Anda berdua. Nyanyikan lagu tentang binatang. Saat Anda menyebut nama seekor binatang, buatlah boneka binatang itu seolah-olah menari sambil Anda tiru suaranya. Lalu, tanyakan pada si kecil, “Yang mana bebek? Bagaimana suaranya?” Jangan cemas jika si kecil diam saja. Tunjukkan padanya dan perdengarkan kembali suaranya.

Manfaat: Kombinasi penglihatan dan pendengaran ini akan membuat bayi tertarik belajar berkata-kata. Secara bertahap, dia akan dapat merangkai kata-katanya sendiri.

Dikutip dari: http://www.ayahbunda-online.com/

Senin, Maret 31, 2008

Stimulasi Terus Menerus Pada Balita Dapat Ciptakan Anak Cerdas

Posted by LoveLy KhaLisa at 06.01 0 comments
Pemberian stimulasi yang teratur dan terus-menerus akan menciptakan anak yang cerdas, bertumbuh kembang dengan optimal, mandiri, serta memiliki emosi yang stabil, dan mudah beradaptasi.

Ahli spesialis anak dr. Caroline Mulawi, Sp.A. pada acara "road show" produk popok dan "toiletries" bayi Huggies mengatakan di Jakarta, Minggu, perasaan kasih sayang akan juga makin memperkuat ikatan emosi ("bonding") ibu dan bayi, bahkan sampai anak tumbuh dewasa.

"Melalui stimulasi tersebut, anak dapat mencapai perkembangan optimal pada penglihatan, pendengaran, perkembangan bahasa, sosial, kognitif, gerakan kasar, halus, keseimbangan, koordinasi, dan kemandirian," kata Caroline, yang berpraktek di RS Omni Medical Center Jakarta, dan RS. Omni International Alam Sutera, Tangerang.

Sementara itu, Managing Director Kimberly-Lever Indonesia, Bong R. Kamus, Jr, mengatakan pihaknya -- sebagai produsen produk Huggies -- sangat mendukung program sosialisasi pengikatan emosi ibu dan bayi ("mother-infant bonding") serta stimulasi pada anak usia balita yang dipercaya dapat memperkuat perkembangan fisik, mental, dan sosial anak.

Dikatakannya dalam "road show" Huggies tersebut pihaknya juga telah bekerja sama dengan lembaga pelatihan senam otak untuk balita "Brain Gym" dalam upaya menunjang program sosialisasi peningkatan kecerdasan anak.

Program Stimulasi

Caroline mengatakan stimulasi telah dapat diberikan pada bayi sejak masih dalam kandungan, pada usia kehamilan enam minggu dengan cara mengajak bicara pada bayi yang masih dalam kandungan serta memperdengarkan musik lembut.

"Hasil penelitian membuktikan nantinya bayi akan memiliki tingkat kecerdasan atau IQ ("intelligence quotient") yang lebih tinggi 14 poin dibanding anak-anak usia sebaya serta memiliki kemampuan bicara lebih cepat," kata dia.

Setelah bayi lahir, ibu atau pengganti ibu, seperti halnya "baby sitter", dapat terus melakukan stimulasi. Untuk bayi usia 0-3 bulan, stimulasi yang diberikan antara lain dengan cara menggantungkan mainan yang bisa bergerak, mengajak bicara, menyanyi, memutarkan rekaman musik, serta melatih mengangkat kepala, dada, memiringkan badan, serta tengkurap.

Pada usia 3-6 bulan, stimulasi yang diberikan antara lain dengan memperlihatkan cermin, melatih tengkurap, berguling, memberikan mainan yang dapat dipegang dan diraih. Pada usia 6-9 bulan, stimulasi tetap diberikan dengan melanjutkan stimulasi sebelumnya serta melatih bersalaman, bertepuk tangan, melambaikan tangan dan menunjuk ke benda-benda yang jauh.

Pada anak usia 9-12 bulan, mereka dapat dilatih menyebutkan nama-nama orang di dalam keluarga, menggelindingkan bola, serta mulai berlatih berdiri dan berjalan berpegangan, sementara pada usia 12-18 bulan stimulasi dilanjutkan dengan melatih anak menyusun kubus, balok, bermain menggunakan boneka, sendok, belajar melepas celana, baju, serta mulai berjalan tanpa pegangan.

Stimulasi dilanjutkan pada usia anak 18-24 bulan dengan mengajarkan mereka menyebut nama gambar, bagian tubuh anak, binatang, serta berlatih mencuci tangan, sikat gigi, serta bermain melempar bola dan melompat.

Pada anak usia 2-3 tahun stimulasi dilanjutkan dengan mengajarkan mereka mengenai kegunaan benda sehari-hari, memakai baju sendiri, menggambar garis lingkaran, serta berlatih berdiri dengan satu kaki. Sementara pada usia tiga tahun ke atas stimulasi diarahkan untuk perkembangan kesiapan sekolah anak, antara lain dengan memperkenalkan huruf dan angka serta berlatih berhitung sederhana.

Dikutip dari: Jakarta (ANTARA News)

Sabtu, Maret 22, 2008

First day to sleep on side

Posted by LoveLy KhaLisa at 00.40 0 comments

Jumat, Maret 21, 2008

In Love With You

Posted by LoveLy KhaLisa at 06.46 0 comments

Get this widget | Track details | eSnips Social DNA

Minggu, Maret 16, 2008

Tumbuh Kembang Bayi Secara Normal

Posted by LoveLy KhaLisa at 07.44 1 comments
Setelah mengetahui berbagai faktor yang berperan dalam tumbuh kembang seorang anak, maka kita juga perlu mengetahui beberapa ukuran yang berkenaan dengan tumbuh kembang yang normal. Dalam infografis berikut akan terlihat bagaimana pertumbuhan seorang anak mulai dari usia 0 sampai 5 tahun. Hal ini merupakan patokan bagi Anda untuk melihat apakah anak Anda normal atau mengalami gangguan.

Ukuran berat badan dan panjang badan berkaitan erat dengan nutrisi, artinya kalau berat badan kurang dari ukuran tersebut kemungkinan nutrisi anak Anda kurang dari cukup. Lingkar kepala berkaitan erat dengan volume otak, artinya kalau lingkaran kepala anak Anda dalam usia tertentu kurang dari nilai yang normal, kemungkinan volume otaknya kurang dari cukup. Sedangkan berbagai gerakan yang ada merupakan kombinasi dari kemampuan otak dan organ gerak yang bersangkutan.

Dr. Hartono Gunadi dari subbagian tumbuh kembang FKUI mengutarakan bahwa jika anak Anda mengalami perlambatan dalam parameter-parameter tersebut maka Anda dapat memberikan toleransi hingga dua minggu, sambil Anda memenuhi berbagai unsur yang Anda anggap kurang Anda berikan kepada anak Anda. Unsur tersebut diantaranya nutrisi, atau stimulan yang telah dijelaskan dalam tulisan sebelumnya.

Sebagai contoh dalam usia 5 bulan gerakan halus bayi Anda belum mampu untuk meraih atau menggapai sesuatu, maka Anda dapat memberikan stimulan yang lebih intensif, semisal dengan merangsang anak dengan memberikan mainan, sehingga dapat terangsang untuk meraih mainan tersebut.

Setelah Anda merasa cukup memberikan nutrisi dan stimulan yang memang diperlukan untuk anak, namun tumbuh kembang anak masih terganggu, ada beberapa kelainan yang mungkin terjadi. Bisa saja ada kelainan hormonal misalnya gangguan fungsi kelenjar gondok. Kelainan bawaan atau seperti Sindrom Down, atau terjadi gangguan fungsi neurologi pada anak Anda. Kalau demikian, lebih baik Anda membawa sang anak ke dokter jika memang perlambatan tumbuh kembangnya di luar batas toleransi.



1 bulan

Berat badan: 3,0 – 14,3 kg

Panjang badan: 49,8 - 54,6 cm

Lingkar kepala: 33 – 39 cm

Gerakan kasar: tangan dan kaki bergerak aktif

Gerakan halus: kepala menoleh ke samping kanan-kiri

Komunikasi/Berbicara: bereaksi terhadap bunyi lonceng

Sosial/Kemandirian: menatap wajah ibu/pengasuh



2 bulan

Berat badan: 3,6-5,2 kg

Panjang badan: 52,8-58,1 cm

Lingkar kepala: 35-41 cm

Gerakan kasar: mengangkat kepala ketika tengkurap

Gerakan halus: kepala menoleh ke samping kanan-kiri.

Komunikasi/Berbicara: bersuara.

Sosial/Kemandirian: tersenyum spontan



3 bulan

Berat badan: 4,2-6,0 kg

Panjang badan: 55,5-61,1 cm

Lingkar kepala: 37-43 cm

Gerakan kasar: kepala tegak ketika didudukkan

Gerakan halus: memegang mainan

Komunikasi/Berbicara: tertawa/berteriak tertawa/berteriak

Sosial/Kemandirian: memandang tangannya



4 bulan

Berat badan: 4,7-6,7 kg

Panjang badan: 57,8-63,7 cm

Lingkar kepala: 38-44 cm

Gerakan kasar: tengkurap-telentang sendiri

Gerakan halus: memegang mainan

Komunikasi/Berbicara:



5 bulan

Berat badan: 5,3-7,3 kg

Panjang badan: 59,8-65,9 cm

Lingkar kepala: 39-45 cm

Gerakan halus: meraih, menggapai

Komunikasi/Berbicara: menoleh ke suara

Sosial/Kemandirian : meraih mainan



6 bulan

Berat badan: 5,8-7,8 kg

Panjang badan: 61,6-67,8 cm

Lingkar kepala: 40-46 cm

Gerakan kasar: duduk tanpa berpegangan

Sosial/Kemandirian : memasukkan biscuit ke mulut



7 bulan

Berat badan: 6,2-8,3 kg

Panjang badan: 63,2-69,5 cm

Lingkar kepala: 40,5-46,5 cm

Gerakan kasar: mengambil mainan dengan tangan kanan dan kiri

Komunikasi/Berbicara: bersuara “Ma Ma…”.



8 bulan

Berat badan: 6,6-8,8 kg

Panjang badan: 64,6-71,0 cm

Lingkar kepala: 41,5-47,5 cm

Gerakan kasar: berdiri berpegangan

Komunikasi/Berbicara: bersuara “Ma Ma…”

Sosial/Kemandirian : bersuara “Ma Ma…”



9 bulan

Berat badan: 7,0-9,2 kg

Panjang badan: 66,0-72,3 cm

Lingkar kepala: 42-48 cm

Gerakan halus: menjimpit Komunikasi/Berbicara:

Sosial/Kemandirian : melambaikan tangan



10 bulan

Berat badan: 7,3-9,5 kg

Panjang badan: 67,2-73,6 cm

Lingkar kepala: 42,5-48,5 cm

Gerakan halus: memukulkan mainan di kedua tangan

Sosial/Kemandirian : bertepuk tangan



11 bulan

Berat badan: 7,6-9,9 kg

Panjang badan: 68,5-74,9 cm

Lingkar kepala: 43-49 cm

Komunikasi/Berbicara: memanggil “mama.. papa…”

Sosial/Kemandirian : menunjuk, meminta



12 bulan,

berat badan: 7,8 – 10,2 kg,

panjang badan: 69,6 – 76,1 cm,

lingkar kepala: 43,5 – 49,5,

gerakan kasar: berdiri tanpa berpegangan

gerakan halus: memasukkan mainan ke cangkir

komunikasi/berbicara:

sosialisasi/kemandirian: bermain dengan orang lain



15 bulan

Berat badan: 8,4 – 10,9

Panjang badan: 72,9 – 79,4

Lingkar kepala: 44 - 50

Gerakan kasar: lari naik tangga

Gerakan halus: berjalan

Komunikasi/Berbicara: mencoret-coret

Sosial/Kemandirian: minum dari gelas



1,5 tahun

Berat badan: 8,9 – 11,5 kg

Panjang badan: 75,9 – 82,4 cm

Lingkar kepala: 44,5 – 50,5 cm

Gerakan kasar: lari naik tangga

Gerakan halus: menumpuk 2 mainan

Komunikasi/Berbicara: berbicara beberapa kata (mimik, pipis, ma’em)

Sosial/Kemandirian: Memakai sendok



2 tahun

Berat badan: 9,9 – 12,3

Panjang badan: 79,2 – 85,6

Lingkar kepala: 45 - 51

Gerakan kasar: menendang bola

Gerakan halus: menumpuk 4 mainan

Komunikasi/Berbicara: menunjuk gambar (bola, kucing)

Sosial/Kemandirian: melepas pakaian, memakai pakaian, menyikat gigi.



2,5 tahun

Berat badan: 10,8 – 13,5

Panjang badan: 83,7 – 90,4

Lingkar kepala: 45,5 – 52,5

Gerakan kasar: melompat

Komunikasi/Berbicara: menunjuk bagian tubuh (mata, mulut)

Sosial/Kemandirian: mencuci tangan dan megneringkan tangan



3 tahun

Berat badan: 11,7 – 14,6

Panjang badan: 87,8 – 94,9

Lingkar kepala: 46 - 53

Gerakan halus: mengambar garis tegak

Komunikasi/Berbicara: menyebutkan warna benda, menyebutkan penggunaan benda (gelas untuk minum)

Sosial/Kemandirian: menyebutkan nama teman



3,5 tahun

Berat badan: 12,5 – 15,7

Panjang badan: 91,5 – 99,1

Lingkar kepala: 46,5 – 53,5

Gerakan kasar: berdiri satu kaki

Gerakan halus: menggambar lingkaran

Sosial/Kemandirian: memakai baju kaos



4 tahun

Berat badan: 13,2 – 16,7

Panjang badan: 96,4 – 102,9

Lingkar kepala: 47 – 53,8

Gerakan halus: menggambar tanda tambah, menggambar manusia (kepala, badan, kaki)

Sosial/Kemandirian: memakai baju tanpa dibantu



4,5 tahun

Berat badan: 13,8 – 17,7

Panjang badan: 99,7- 106,6

Lingkar kepala: 47,5 – 53,8

Sosial/Kemandirian: bermain kartu, menyikat gigi tanpa dibantu



5 tahun

Berat badan: 14,5 – 18,7

Panjang badan: 102,7 – 109,9

Lingkar kepala: 47,8 - 54

Komunikasi/Berbicara: menghitung mainan

Dikutip dari: http://www.humanmedicine.net/

Selasa, Maret 04, 2008

Mengasah Kemampuan Verbal Si Kecil

Posted by LoveLy KhaLisa at 08.34 1 comments
Perkembangan verbal seorang anak, pada dasarnya bersifat individual karena tergantung pada usia dan stimulus yang diberikan orangtua. Stimulasi ini bisa melalui dukungan sosial berbahasa, seperti mengajak si kecil berbicara atau melakukan aktivitas bersama dengan melibatkan pembicaraan.

Anak-anak yang tidak pernah terlibat dalam pembicaraan atau memiliki kesempatan untuk mengekspresikan pendapatnya, ada kemungkinan ia akan mengalami kendala dalam berbicara. Berikut ini tahapan perkembangan bahasa seorang anak:

Usia 0-2 bulan:
- Menangis ketika lapar
- Mengikuti arah suara

Usia 2-6 bulan:
- Berceloteh
- Tertawa
- Berteriak riang
- Mengeluarkan suara-suara lucu

Usia 7-12 bulan:
- Mengucapkan 'ba', 'da', 'ka' dengan jelas
- Mengulang beberapa suku kata
- Mulai mengerti kata 'tidak'
- Mengikuti instruksi sederhana, seperti 'bye-bye' atau main 'ci luk baa'.

Usia 12-18 bulan:
- Mengucapkan dua atau tiga patah kata bermakna
- Menunjuk obyek-obyek yang dilihat di buku atau yang dijumpai setiap hari
- Mengucapkan dan meniru kata yang sederhana dan sering didengar atau diekspresikan
- Menghasilkan kurang lebih 10 kata bermakna

Usia 18-24 bulan:
- Perbendaharaan kata mencapai 30 kata
- Mulai sering mengutarakan pertanyaan sederhana, seperti 'mana?', 'di mana?'
- Memberikan jawaban singkat, seperti 'tidak', 'di sana', 'di situ', 'mau'
- Kata-kata yang diucapkan masih sering tidak jelas, misalnya 'balon' jadi 'aon', 'roti' jadi 'oti'
- Menggunakan kata-kata yang menunjukkan kepemilikan, seperti 'punya ku'

2 - 3 tahun:
- Menguasai 200 - 300 kata
- Senang bicara sendiri (monolog)
- Kata-kata yang baru didengarnya dipelajari diam-diam
- Mulai mendengarkan pesan-pesan yang penuh makna
- Lancar dalam bercakap-cakap
- Meski pengucapannya belum sempurna, tertarik mendengarkan cerita yang lebih panjang dan kompleks
- Bisa menggunakan kata 'aku', 'saya', 'kamu' dengan baik dan benar
- Mengerti perbedaan antara yang terjadi di masa lalu, masa kini dan masa sekarang

3 - 4 tahun:
- Mampu menggunakan kata-kata yang bersifat perintah
- Mengenali kata-kata baru dan terus berlatih untuk menguasainya
- Mulai mengenali konsep-konsep tentang kemungkinan, kesempatan, dengan 'andaikan', 'mungkin', 'misalnya', 'kalau'
- Perbendaharaan katanya makin banyak dan bervariasi
- Menggunakan kalimat yang utuh
- Makin sering bertanya sebagai ungkapan rasa keingintahuan mereka, seperti 'kenapa dia Ma?', 'sedang apa dia Ma?', 'mau ke mana?'

Beberapa stimulasi yang dapat dilakukan orangtua untuk mengembangkan kemampuan verbal anak, yaitu:

1. Bicara, bicara, dan bicara.
Semakin dini orangtua menstimulasi anaknya dengan cara mengajaknya bercakap-cakap dan menunjukkan sikap yang mendorong munculnya respon dari si kecil, maka anak akan semakin dini pula tertarik untuk belajar bicara. Tak hanya itu, kualitas percakapan dan bicaranya juga akan lebih baik. Jadi, teruslah mengajak anak Anda bercakap-cakap sejak hari pertama kelahirannya.

2. Jalin komunikasi secara hangat.
Jalinlah komunikasi dengan dihiasi senyum Anda, pelukan, dan perhatian. Sehingga anak Anda akan termotivasi untuk berusaha memberikan responnya.

3. Nyanyikan dengan melakukan pengulangan.
Sering-seringlah menyanyikan lagu yang sederhana dan lucu untuk si kecil, lakukan secara berulang dengan penekanan pada ritme dan pengucapannya. Selingi pula dengan permainan-permainan bernada dan menarik.

4. Lakukan kontak mata.
Selama menjalin komunikasi, jangan lupa melakukan kontak mata secara intensif. Lewat pandangan mata, anak dapat merasakan perhatian, kasih sayang, cinta dan pengertian. Jika sedang berbicara padanya, tataplah matanya dan jangan membelakangi.

5. Jadilah model yang baik.
Jadikan Anda sebagai model baginya, terutama pada masa mereka mulai meniru kata-kata yang didengar dan mengucapkannya kembali. Ucapkan secara perlahan kata-kata maupun kalimat Anda, jelaskan pula dengan menggunakan tindakan sehingga ia tahu hubungan antara kata yang diucapkan dengan tindakan konkritnya. Jangan lupa pula untuk menggunakan bahasa tubuh dan ekspresi wajah secara pas.

6. Terus ajak ia berlatih.
Untuk bisa berbicara, seorang anak perlu latihan mekanisme berbicara melalui gerakan mulut, lidah dan bibir. Sebenarnya, aktivitas menghisap, menjilat, menyemburkan gelembung dan mengunyah, juga merupakan kemampuan yang diperlukan. Karenanya, latihlah si kecil dengan permainan maupun dengan makanan.

7. Bacakan buku yang sederhana dan menarik.
Rajin-rajinlah membacakan buku cerita yang sederhana, namun sarat dengan kisah menarik dan gambar-gambar yang disukai anak-anak. Tunjukkan obyek-obyek yang ada dalam buku, sebutkan namanya, jelaskan apa yang sedang dilakukan dan bagaimana jalan ceritanya. Minta ia mengulang nama yang Anda sebutkan, jangan lupa, berilah pujian jika ia berhasil mengingat dan mengulang nama tersebut.

8. Kenalkan berbagai suara.
Kenalkan si kecil dengan berbagai macam suara dan bunyi, seperti suara mobil, motor, kucing atau anjing. Kenalkan pula suara yang sering didengarnya sehari-hari, seperti pintu terbuka-tertutup, suara air, suara angin berdesir di pepohonan, kertas dirobek, benda jatuh, dan lainnya.

9. Mulai kenalkan angka.
Kenalkan ia pada angka, misalnya dengan menghitung benda-benda yang dibuat permainan. Lakukan dengan suasana santai dan nyaman, agar si kecil tidak merasa ada tekanan untuk menguasai kemampuan itu.

10. Kenalkan pada kata sifat atau kualitas.
Saat usianya 2 tahun, kenalkan ia pada perbendaharaan kata sifat atau kualitas, seperti 'baik', 'indah', 'cantik', 'dingin', 'banyak', 'sedikit', 'asin', 'manis', 'nakal',
'jelek', dan lainnya. Caranya, saat mengucapkan, sertai juga dengan kualitasnya, seperti 'anak baik', 'anak manis', 'anak pintar', 'baju bagus', 'boneka cantik', 'anak nakal', 'roti manis' dan lainnya.

Yang perlu diingat, perkembangan anak bersifat individual. Kecepatan anak Anda, bisa jadi tidak sama dengan anak-anak lainnya karena tiap anak punya dan mengalami hambatan yang berbeda.

Jadi, jika si kecil ternyata kurang lancar dan fasih berbicara, jangan langsung menekan untuk cepat-cepat mengoptimalkan kemampuannya karena hanya akan menyebabkan si kecil stress. Yang bisa Anda lakukan, adalah memberikan rasa aman dan motivasi untuk terus mengembangkan diri.

Dikutip dari: http://halohalo.co.id/
 

LoveLy KhaLisa Copyright © 2009 Baby Shop is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez