Jumat, November 21, 2008

Belajar Membaca untuk Bayi

Posted by LoveLy KhaLisa at 06.46 0 comments

Mengajar Bayi Membaca Metode Glen Doman PDF Print E-mail
Saturday, 20 January 2007

ImageMembaca merupakan salah satu fungsi tertinggi otak manusia dari semua makhluk hidup di dunia ini, cuma manusia yang dapat membaca. Membaca merupakan fungsi yang paling penting dalam hidup dan dapat dikatakan bahwa semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca. Anak-anak dapat membaca sebuah kata ketika usia mereka satu tahun, sebuah kalimat ketika berusia dua tahun, dan sebuah buku ketika berusia tiga tahun dan mereka menyukainya.


Tahun 1961 satu tim ahli dunia yang terdiri atas, dokter, spesialis membaca, ahli bedah otak dan psikolog mengadakan penelitian "Bagaimana otak anak-anak berkembang?". Hal ini kemudian berkembang menjadi satu informasi yang mengejutkan mengenai bagaimana anak-anak belajar, apa yang dipelajari anak-anak, dan apa yang bisa dipelajari anak-anak.

Hasil penelitian juga mendapatkan, ternyata anak yang cedera otak-pun dapat membaca dengan baik pada usia tiga tahun atau lebih muda lagi. Jelaslah bahwa ada sesuatu yang salah pada apa yang sedang terjadi, pada anak-anak sehat, jika di usia ini belum bisa membaca.

Penelitian tentang Otak Anak
Bagi otak tidak ada bedanya apakah dia 'melihat' atau 'mendengar' sesuatu. Otak dapat mengerti keduanya dengan baik. Yang dibutuhkan adalah suara itu cukup kuat dan cukup jelas untuk didengar telinga, dan perkataan itu cukup besar dan cukup jelas untuk dilihat mata sehingga otak dapat menafsirkan. Kalau telinga menerima rangsang suara, baik sepatah kata atau pesan lisan, maka pesan pendengaran ini diuraikan menjadi serentetan impuls-impuls elektrokimia dan diteruskan ke otak yang bisa melihat untuk disusun dan diartikan menjadi kata-kata yang dapat dipahami.

Begitu pula kalau mata melihat sebuah kata atau pesan tertulis. Pesan visual ini diuraikan menjadi serentetan impuls elektrokimia dan diteruskan ke otak yang tidak dapat melihat, untuk disusun kembali dan dipahami. Baik jalur penglihatan maupun jalur pendengaran sama-sama menuju ke otak dimana kedua pesan ditafsirkan otak dengan proses yang sama.

Dua faktor yang sangat penting dalam mengajar anak:
1. Sikap dan pendekatan orang tua
Syarat terpenting adalah, bahwa diantara orang tua dan anak harus ada pendekatan yang menyenangkan, karena belajar membaca merupakan permainan yang bagus sekali.

Belajar adalah:
- Hadiah, bukan hukuman
- Permainan yang paling menggairahkan, bukan bekerja
- Bersenang-senang, bukan bersusah payah
- Suatu kehormatan, bukan kehinaan

2. Membatasi waktu untuk melakukan permainan ini sehingga betul-betul singkat. Hentikan permainan ini sebelum anak itu sendiri ingin menghentikannya.

Bahan yang sesuai:
a. bahan-bahan dibuat dari kertas putih yang agak kaku (karton poster)
b. kata-kata yang dipakai ditulis dengan spidol besar
c. tulisannya harus rapi dan jelas, model hurufnya sederhana dan konsisten

Tahap-tahap mengajar:
TAHAP PERTAMA : (perbedaan penglihatan)
Mengajarkan anak anda membaca dimulai menggunakan hanya lima belas kata saja. Jika anak anda sudah mempelajari 15 kata ini, dia sudah siap untuk melangkah ke perbendaharaan kata-kata lain.

1. Ukuran karton : tinggi 15 cm, panjang 60 cm
2. Ukuran huruf, tinggi 12,5 cm dan lebar 10 cm, serta setiap huruf berjarak kira-kira 1,25 cm
3. Huruf berwarna merah
4. Gunakan huruf kecil (bukan huruf kapital)
5. Buatlah hanya 15 kata, misal : IBU (UMMI/MAMA/BUNDA), BAPAK (ABI/PAPA/AYAH)
6. Ke-15 kata-kata pertama harus terdiri dari kata-kata yang paling dikenal dan paling dekat dengan lingkungannya yaitu nama-nama anggota keluarga, binatang peliharaan, makanan kesukaan, atau sesuatu yang dianggap penting untuk diketahui oleh sang anak.

Hari Pertama
Gunakan tempat bagian rumah yang paling sedikit terdapat benda-benda yang dapat mengalihkan perhatian, baik pendengarannya maupun penglihatannya. Misalnya, jangan ada radio yang dibunyikan.
1. Tunjukkan kartu bertuliskan IBU/AYAH atau yang lainnya
2. Jangan sampai ia dapat menjangkaunya
3. Katakan dengan jelas 'ini bacaannya IBU/AYAH'
4. Jangan jelaskan apa-apa
5. Biarkan dia melihatnya tidak lebih dari 1 detik
6. Tunjukkan 4 kartu lainnya dengan cara yang sama
7. Jangan meminta anak mengulang apa yang anda ucapkan
8. Setelah kata ke-5, peluk, cium dengan hangat dan tunjukkan kasih sayang dengan cara yang menyolok
9. Ulangi 3 kali dengan jarak paling sedikit 1,5 jam

Hari Kedua
1. Ulangi pelajaran dasar hari pertama 3 kali
2. Tambahkan lima kata baru yang harus diperlihatkan 3 kali sepanjang hari kedua. Jadi ada 6 pelajaran
3. Jangan lupa menunjukkan rasa bangga anda
4. Jangan lakukan test, belum waktunya !

Hari Ketiga
1. Lakukan seperti hari ke-2
2. Tambahkan lima kata baru seperti hari kedua sehingga menjadi 9 pelajaran

Hari keempat, kelima, keenam ulangi seperti hari ketiga tanpa menambah kata-kata baru.

Hari Ketujuh
Beri kesempatan pada anak untuk memperlihatkan kemajuannya:
1. Pilih kata kesukaannya
2. Tunjukkan kepadanya dan ucapkan denga jelas 'ini apa?'
3. Hitung dalam hati sampai sepuluh, Jika anak anda mengucapkan, pastikan anda gembira dan tunjukkan kegembiraan anda Jika anak anda tidak memberikan jawaban atau salah, katakan dengan gembira apa bunyi kata itu dan teruskan pelajarannya.

Ancaman
Kebosanan adalah satu-satunya ancaman. Jangan sampai anak menjadi bosan. "Mengajarnya terlalu lambat akan lebih cepat membuatnya bosan daripada mengajarnya terlalu cepat"

Pada tahap pertama ini, dua hal luar biasa telah anda lakukan:
1. Dia sudah melatih indera penglihatan, dan yang lebih penting: dia telah melatih otaknya cukup baik untuk dapat membedakan bentuk tulisan yang satu dengan yang lainnya.
2. Dia sudah menguasai salah satu bentuk abstraksi yang paling luar biasa dalam hidupnya: dia dapat membaca kata-kata. Hanya ada satu lagi abstraksi besar harus dikuasainya, yaitu huruf-huruf dalam abjad.

TAHAP KEDUA : (kata-kata diri)
Kita mulai mengajarkan anak membaca dengan menggunakan kata-kata 'diri' karena anak memang mula-mula mempelajari badannya sendiri.
1. Ukuran karton 12,5 tinggi dan 60 cm panjang
2. Ukuran huruf 10 cm tinggi dan 7,5 cm lebar dengan jarak 1 cm
3. Huruf dan warna seperti tahap pertama
4. Buat 20 kata-kata tentang dirinya, misalnya: tangan kaki gigi jari kuku lutut mata perut
lidah pipi kuping dagu dada leher paha siku hidung jempol rambut bibir
5. Dari 3 kelompok kata masing-masing 5 kata di tahap awal, ambil masing-masing 1 kata lama dan tambahkan dengan 1 kata baru di tahap kedua
6. Dari 20 kata baru pada tahap kedua, ambil 10 kata dan jadikan 2 kelompok kata masing-masing 5 kata

7. Jadi sekarang anda memiliki:
- 3 kelompok kata dari tahap pertama yang sudah ditambah kata-kata baru
- 2 kelompok kata baru dari tahap kedua
- total 5 kelompok kata = 25 kata
8. Lakukan seperti tahap pertama
9. Setelah 5 hari ganti 1 kata dari masing-masing kelompok dengan kata baru, sehingga anak mempelajari 5 kata baru.
10. Setelah itu setiap hari ganti 1 kata lama dari masing-masing kelompok data dengan 1 kata baru. Dengan demikian setiap hari anak belajar 5 kata baru masing-masing satu dalam setiap
kelompok kata, dan 5 kata lama diambil setiap harinya.

TIPS:
1. Usahakan jangan ada 2 kata yang dimulai dengan yang sama secara berurutan, misalnya 'lidah' dengan 'lutut'
2. Anak-anak usia 6 bulan sudah bisa diajarkan. Lakukan dengan cara yang persis sama kalau anda mengajarnya berbicara
3. Ingat, membaca bukan berbicara
4. Usaha mengajar bayi membaca dapat membaca dapat mempercepat berbicara dan memperluas perbendaharaan kata.

TAHAP KETIGA : (kata-kata 'rumah')
Sampai tahap ini, baik orang tua maupun anak harus melakukan permainan membaca ini dengan kesenangan dan minat besar. Ingatlah bahwa anda sedang menanamkan cinta belajar dalam diri anak anda, dan kecintaan ini akan berkembang terus sepanjang hidupnya. Lakukan permainan ini dengan gembira dan penuh semangat.
1. Ukuran karton 7,5 cm tinggi dan 30 cm panjang
2. Ukuran huruf 5 cm tinggi dan 3,5 cm lebar dengan jarak lebih dekat
3. Huruf dan warna seperti tahap tahap kedua
4. Terdiri dari nama-nama benda di sekeliling anak serta lebih dari 2
suku kata, misalnya: kursi, meja, dinding, lampu, pintu, tangga,
jendela, dll
5. Gunakan cara pada tahap kedua dengan setiap hari menambah
5 kata baru dari tahap ke tiga
6. Setelah kata benda, masukkan kata milik, misalnya: piring, gelas,
topi, baju, jeruk, celana,sepatu, dll.
7. Setelah itu masukkan kata perbuatan, misalnya: duduk,
berdiri, tertawa, melompat, membaca, dll
8. Pada tahap kata perbuatan , agar lebih menarik, sambil
menunjukkan kata tersebut, anda praktekkan sambil katakana 'Ibu
melompat', 'kakak melompat', dsb

TAHAP KEEMPAT :
1. Ukuran kartu 4 cm tinggi dan 20 cm panjang
2. Ukuran huruf 5 cm
3. Huruf kecil, warna hitam
4. Tunjukkan kata demi kata seperti tahap sebelumnya lalu gabungkan misalnya
'ini' dan kata 'bola' menjadi 'ini bola'.
5. Lakukan beberapa kata beberapa kali setiap hari.

TAHAP KELIMA : (susunan kata dalam kalimat)
1. Pilihkan buku sederhana dengan syarat :
Perbendaharaan kata tidak lebih dari 150 kata Jumlah kata dalam 1 halaman tidak lebih dari 15-20 kata
Tinggi huruf tidak kurang dari 5 mm
Sedapat mungkin teks dan gambar terpisah.
Carilah yang mendekati persyaratan tersebut

2. Salinlah kata-kata yang ada setiap halaman tersebut ke dalam satu kartu kira-kira ukuran 1 kertas A4. Huruf hitam, ukuran tinggi huruf 2,5 cm. Jumlah kartu 'susunan kata-kata' sama dengan jumlah halaman buku. Ukuran kartu harus sama walaupun jumlah kata tidak sama. Sekarang anda sudah mempunyai kartu-kartu dengan kata-kata yang ada dalam setiap halaman buku yang akan dibaca anak. Lubangi sisi kartu-kartu untuk dijilid menjadi sebuah buku yang isinya sama namun ukurannya lebih besar.

3. Bacakan kartu demi kartu pelan-pelan, sehingga anak belajar kalimat demi kalimat.
4. Bacakan dengan ekspresi sesuai dengan kalimat bacaan.
5. Lakukan secara rutin, minimal 5 kartu sebanyak 3 kali selama 5 hari.
6. Ketika membaca kartu pada hari lainnya, kartu yang lama sebaiknya diulang. Setelah selesai kartu-kartu dibaca, simpanlah beurutan di dalam sebuah map atau dibinding deperti buku.
7. Pada saat selesai 1 buku, berilah ijazah yg ditandatangani ibu, yg menyatakan bahwa pada hari ini, tanggal ini, pada usia anak sekian, telah selesai dibaca buku ini.

TAHAP KEENAM : (susunan kata dalam kalimat)
Pada tahap ini, anak sudah siap membaca buku yg sebenarnya, karena dia sudah 2 kali melakukan hal itu. Perbedaan ukuran huruf dari 5 cm (Tahap 4), 2,5 cm (Tahap 5) dan 5 mm (Tahap 6 ini) adalah sangat berarti khususnya bagi anak yang masih sangat muda, karena itu juga berarti anda membantu mendewasakan dan memperbaiki indera penglihatannya.

Kunci Keberhasilan
1. Jangan membosankan anak
2. Jangan memaksa anak
3. Jangan tegang
4. Jangan mengajarkan abjad terlebih dahulu
5. Bergembiralah
6. Ciptakan cara baru
7. Jawablah semua pertanyaan anak
8. Berilah buku bacaan yang bermutu

Penutup
Pada dasarnya anak memiliki kemampuan yang luar biasa, khususnya pada usia yg semakin kecil. Hanya diperlukan perhatian, kemauan,ketekunan serta yang utama kasih sayang orangtua untuk membuatnya mampu mengeluarkan potensinya yg luar biasa tsb.


Keinginan orangtua pada umumnya adalah :
1. Menginginkan anak mereka bahagia di dalam hidupnya dengan
menjadikan anak mereka tangguh dan siap bersaing.
2. Untuk itu dibutuhkan anak yg cerdas baik rasional maupun
emosional serta rasa ingin tahu yang besar.
3. Anak dapat diketahui rasa ingin tahunya yang besar dari banyaknya
pertanyaan yg diajukannya.
4. Untuk memuaskan rasa ingin tahunya, anak harus dibimbing supaya
suka membaca.
5. Agar anak suka membaca, dibutuhkan kemampuan membaca dan sarana
untuk membaca yang tidak lepas dari buku.

Jadi, dengan buku yg merupakan "JENDELA ILMU", anak akan mampu membuka cakrawala kehidupan masa depannya dengan keceriaan. (Ikatan Dokter Indonesia)

"Selamat berkarya untuk anak-anak tercinta !"

Sumber: Buku "Mengajar Bayi Membaca" - Glenn Doman

Senin, November 10, 2008

Cerita Khalisa

Posted by LoveLy KhaLisa at 08.11 1 comments
menjelang satu tahun kemaren, khalisa dah bisa ngomong "mammahh " jelas banget...kosa kata lainnya...papppiihhh, baapppiiiyy...abbbbbbbeee....neneeyyy,
trus tadi siang lebih lucu lagi, kejekkkkjkkkzzkkk ..kjejzckk...ga jelas gitu dehh,..tp dia PD aja tuh trus ngocehh..
kalo nunjuk sesuatu...bilang nya bahhh...bahhh...bahhh...

apalagi yach...udah bisa nyuapin mama dan papah,,apa aja..kadang2 kita disuapin krupuk,kertas, pokoknya apa yag dipegangnya dikasih kan...
dagh pandai masukin benda ketempat nya, mainan ke keranjang nya, sedotan ke botol atau gelas nya, makanan ke mangkuknya, hand phone mamah ke mangkuk soup, remote TV ke gelas minum, walahhh

GET TOGETHER 2008

Posted by LoveLy KhaLisa at 05.26 0 comments

PERTAMA KALI KHALISA IKUT GETTO MFE,,SERU BANYAK KAWAN2 KECIL JUGA...INI FOTO kHALISA LAGI JAGA STAND AQUA ;-)

Minggu, November 09, 2008

HAPPY 1st BIRTHDAY

Posted by LoveLy KhaLisa at 00.22 3 comments

Sabtu, November 08, 2008

BERMAIN DI HALAMAN

Posted by LoveLy KhaLisa at 00.51 0 comments



kegiatan setiap sore,khalisa main di rumput,,liat ke langit kalo ada burung-burung mulut nya langsung ck ck ck ck...dan jarinya digerak-gerakin...
trus kalo ada kucing lewat manngil mamm mamm mmmam (magsudnya meng meng...meng..) sama jari-jari tanganya juga digerakin..
Menarik-narik rumput...daan upps...masih suka dimasukin ke mulut, ngorek-ngorek tanah and ngejar2 semut

Minggu, November 02, 2008

berenang

Posted by LoveLy KhaLisa at 05.58 0 comments

Renang di siang bolong jam 11.00 waktu Duri

Sabtu, November 01, 2008

friend's party

Posted by LoveLy KhaLisa at 20.17 0 comments

Khalisa di Ulang Tahun Aubry...

Jumat, Oktober 31, 2008

Menjelang Ultah ke-1

Posted by LoveLy KhaLisa at 08.26 0 comments
Begini niy...seperti yang dikutip babyonline:

Your 51 Week Old Baby
A Parent's Guide to Infants

What's New For Infants

Does your baby not want anything or is he just negative? Neither! He is a toddler! Shaking his head and saying "NO!" profusely is normal for your baby at this stage. However, just because he says no doesn't mean he means no. More than likely he is just practicing this new way of communication and if you asked him anything, including, "Do you want a cookie?" his response would be no.
memang benerr..khalisa tuhh apa-apa geleng geleng kepalaa terus, "mau krupuk..?" geleng-geleng...pas yang ditanya kedua kali nya, dia ambil n langsung dimakan...uuuuu...pake malu-malu segala siy neng..

To avoid a negative answer, ask questions that can't really be answered with a yes or no. Give choices to your child. "Do you want the ball or the rings?" or "Do you want apple juice or pear juice?" If your baby still shakes his head, offer him both toys, or just pick which of the choices you think he will like best.
wahh dia sekarang kalo ditawarin dua, tangan satu ambil yang mama pegang, satunya lagi tetep nagihh, jadi dua-duanya dehh diminta..;-p
Developmental Milestones*

Your baby is getting very picky in his food choices. He has found his favorites and will often not want to eat foods that you give him. When feeding your baby, make sure you offer him small portions of every option so that he can choose what he wants to eat. If he seems to lack an appetite these days, keep the liquids during the hours before his meal down to a minimum.

What Might Concern You at 51 Weeks
concerned

When should you give your baby a nice, fluffy pillow? Until now you have kept pillows out of the crib, as well as other stuffed objects, because of the fear of SIDS. For yourself, you can't imagine not having a soft place to lay your head, but for your baby they have never known anything different. And there is really no reason why your baby needs the pillow now.

The same holds true with blankets. Full footed sleepers are still plenty to keep your baby warm at night. While comfy blankets are your staple, your baby isn't used to it, and doesn't necessarily need it at this point. Pediatricians regularly recommend waiting till about two years before bringing out the pillows and blankets

Senin, Oktober 27, 2008

Jika Bayi terjatuh

Posted by LoveLy KhaLisa at 09.00 0 comments



PERTOLONGAN PERTAMA BAYI JATUH

Hati-hati jangan langsung menggendongnya. Pastikan dulu bagaimana
kondisinya!

Usia bayi adalah masa rawan terjadi kecelakaan. Saat ia belajar
berguling umpamanya dan orangtua lengah, ia bisa saja terjatuh dari
tempat tidur. Untuk itulah manajemen penanganan kasus bayi terjatuh
amat diperlukan. Yang pasti, saat si kecil terjatuh, jangan hanya
mengkhawatirkan bagian kepala saja, karena semua anggota tubuhnya
memiliki risiko yang sama untuk mengalami benturan yang dapat
membahayakannya. Berikut penjelasan dr. Anna Tjandra, Sp.A dari RSAB
Harapan Kita, Jakarta mengenai manajemen kecelakaan pada anak yang
sederhana, yaitu:

* Menyaksikan langsung anak terjatuh.

- Perhatikan bagian mana dari tubuh anak yang mengalami benturan.

- Ingat proses jatuhnya, apakah langsung menghujam ke lantai atau
terbentur sesuatu terlebih dahulu baru ke lantai.

- Pastikan dari ketinggian berapa meter anak terjatuh dan media apa
yang menjadi tempat pendaratannya.

- Lihat dan perhatikan baik-baik kondisi si kecil. Apakah setelah
jatuh langsung menangis dan menggerak-gerakkan semua anggota
badannya? Jika ya, kita bisa langsung menggendong untuk
menenangkannya. Setelah ia tenang, baru lakukan observasi.

- Adapun observasi yang perlu dilakukan adalah:

+ Cari dan ingat bagian-bagian mana saja yang lebam/benjol/ memar di
seluruh anggota badan bayi. Jika menemukan benjolan di kepala atau
memar di badan, boleh diobati dengan obat antitrauma oles. Jika pada
bagian kepala tidak ditemukan lebam atau benjol, tapi bayi menangis
saat dipegang, larikan segera ia ke rumah sakit terdekat.

+ Coba gerakkan kedua tangan bayi, ke samping, ke atas, ke bawah, ke
depan, lalu rentangkan dan angkat-angkatlah. Jika ada keluhan
pastikan di tangan yang mana dan saat dalam posisi seperti apa. Ini
sebagai bahan untuk dilaporkan ke dokter.

+ Lakukan hal yang sama pada kaki.

+ Tengokkan kepala bayi ke kanan dan ke kiri. Coba dekatkan dagu
bayi ke dada secara perlahan. Jika ada keluhan catat sebagai laporan
pada dokter.

+ Miringkan badan si kecil ke kiri dan ke kanan. Jika ada keluhan
catat dan laporkan ke dokter.

- Observasi perlu dilakukan selama 2×24 jam. Jika dalam kurun waktu
itu ada keluhan, apalagi sampai muntah dengan menyembur, segera
larikan ke rumah sakit terdekat.

- Sebaliknya bila setelah jatuh dalam keadaan sadar tapi pasif
(apalagi tidak menggerak-gerakkan anggota badannya) jangan
mengangkatnya. Hubungi UGD rumah sakit terdekat atau 118 untuk minta
pertolongan paramedis. Salah mengangkat dalam kondisi seperti ini
dapat berisiko fatal.

* Jika menemukan si kecil sudah di lantai.

- Perhatikan keadaan bayi; sadar atau tidak, menangis atau tidak,
dapat menggerak-gerakkan anggota badan atau tidak. Jika ia tidak
sadar atau sadar tapi pasif, ingat jangan menggendongnya, tapi
segera minta bantuan paramedis terdekat, UGD atau 118.

- Perhatikan dalam posisi seperti apa si kecil saat ditemukan.

+ Jika dalam keadaan tengkurap kemungkinan besarnya aman. Tapi kita
mesti melakukan pemeriksaan seputar bahu, kedua tangan, dada dan
kaki. Caranya gerakkan tangan ke atas, depan, samping. Jika ada
keluhan sakit segera bawa ke dokter.

+ Jika dalam keadaan telentang. Periksa dan perhatikan daerah kepala
bagian belakang, leher, punggung, dan panggul, mulai dari tanda
lebam atau merah, hingga keluhan sakit saat disentuh dan digerakkan
seperti yang telah disebutkan di atas. Pastikan bayi tidak muntah
atau mengalami penurunan kesadaran dalam 2×24 jam. Jika ada keluhan
segera larikan ke dokter.

+ Jika bayi ditemukan dalam posisi miring, kanan atau kiri.
Perhatikan dan periksa kepala, tangan yang menjadi tumpuan badan,
juga kaki. Lakukan pemeriksaan seperti yang disebutkan di atas. Jika
ada keluhan segera larikan ke dokter.

+ Jika ditemukan dalam posisi duduk. Periksa dan pastikan bayi masih
sadar, biasanya menangis, dan mampu menggerakkan anggota badan.
Periksa bagian panggulnya, ada tidak tanda memar, merah, atau sakit
saat dipegang atau digerakkan. Jika ya segera larikan ke dokter.

* Pemeriksaan lain yang perlu dilakukan

- Dalam posisi apa pun jatuhnya si kecil, jangan lupa melakukan
pemeriksaan mata. Baiknya menggunakan senter:

+ Masih bereaksikah saat kita senter matanya, mengedip, menutup
matanya atau kaget. Jika tidak bawa segera anak ke rumah sakit.

+ Gerakan senter ke kanan dan ke kiri, masih mampukah bayi mengikuti
gerakan sinar. Jika tidak ia harus segera dilarikan ke rumah sakit.

+ Perhatikan pupil matanya, apakah pupil mata yang kiri dan kanan
sama besar/kecilnya saat kita senter satu per satu. Jika sama kita
bisa bernapas lega. Bila tidak, bayi perlu menjalani pemeriksaan
lebih lanjut, seperti CT Scan.

- Ukur dan pastikan si kecil jatuh dari ketinggian berapa. Sebab
semakin tinggi pastinya gaya gravitasi bumi akan lebih kuat menarik
si anak. Tentu efek yang ditimbulkan pun semakin besar.

EFEK POSISI JATUH

Di bawah ini kemungkinan- kemungkinan yang bisa terjadi pada bayi
saat terjatuh. Dengan pengetahuan ini diharapkan orangtua bisa lebih
memahami kondisi bayi bila terjatuh dan mampu melakukan pertolongan
pertama yang benar:

* Jika kepala terlebih dahulu yang membentur lantai

Di sebelah mana pun benturan itu terjadi selama masih di kepala,
kita perlu mewaspadainya. Tulang tengkorak bayi masih rapuh dan ia
belum memiliki refleks untuk menahan dengan baik. Kemungkinan yang
bisa terjadi, bayi mengalami fraktur atau retak/patah tulang
tengkorak kepala, atau perdarahan di luar tengkorak atau di dalam
tengkorak.

Perdarahan di luar dapat ditandai dengan adanya benjol/memar. Selama
tidak ada fraktur, kondisi ini bisa dikatakan tidak parah. Rabalah
ubun-ubunnya apakah menjendol atau tidak. Ubun-ubun yang menjendol
menjadi tanda adanya peningkatan tekanan dalam otak yang dapat
terjadi karena edema otak atau perdarahan.

Harap diketahui, bila tidak ditemukan benjolan/memar, tapi bayi
menangis (atau justru tidak menangis dan langsung tertidur), tidak
sadarkan diri, mengalami kejang/muntah- muntah (yang menyembur bukan
gumoh), ada kecurigaan bayi mengalami perdarahan di dalam tengkorak
kepalanya. Segera larikan ke rumah sakit terdekat.

* Jika dada terlebih dahulu yang membentur permukaan

Kalau tempat mendaratnya datar, kemungkinan risiko bayi untuk cedera
lebih sedikit. Sebaliknya, tempat mendarat yang tidak mulus atau ada
tonjolan yang tepat mengarah ke dadanya dapat mengakibatkan
fraktur/parah tulang iga atau rusuk yang patahannya dapat mengenai
organ paru-paru atau jantungnya. Untuk itu perhatikan apakah si
kecil dapat bernapas secara normal atau tidak.

Umumnya jika bagian dada terlebih dahulu yang “mendarat”, secara
alami tangan akan membuat perlindungan terlebih dahulu. Karena itu
periksa juga kondisi tangan dan bahu bayi. Apakah ada pergelangan
tangannya mengalami patah atau adakah sendi yang keluar (dislokasi)
dari tempatnya. Periksa juga bagian kepala, khususnya dahi. Biasanya
saat mendarat, sekalipun dada terlebih dahulu, kepala langsung
menyusul membentur lantai.

* Jika panggul terlebih dahulu yang mendarat

Kemungkinan besar bayi akan mengalami dislokasi atau fraktur tulang
panggul. Karena panggul berhubungan langsung dengan tulang belakang,
dikhawatirkan ada saraf-saraf yang terjepit. Jika yang terjepit
saraf kaki biasanya si kecil tidak bisa menggerakkan kakinya alias
lumpuh.

* Jika yang mendarat kaki terlebih dahulu

Kejadiannya pada tiap bayi bisa berbeda. Jika ia sudah bisa berdiri
pasti akan menahan tubuhnya dengan kaki lalu jatuh bersimpuh. Risiko
kasus ini adalah dislokasi atau keseleo. Pada bayi di bawah 6 bulan
meski belum mampu menahan tubuhnya, secara alami badan bayi akan
terjatuh ke depan dan sebelum mendarat tangannya akan menjadi
bumper.

* Jika yang mendarat bokong duluan

Berbahaya karena kaitannya langsung dengan tulang belakang dan dapat
mengakibatkan patah pada tulang punggung bayi. Risiko lain, bila ada
saraf yang terjepit bisa mengakibatkan kelumpuhan. Bayi yang
ditemukan terjatuh pada posisi seperti ini jangan digendong. Biarkan
paramedis yang melakukan pertolongan. Tapi jika si kecil sadar dan
bisa aktif kita bisa langsung menggendongnya.

* Jika yang mendarat terlebih dahulu punggung

Menjadi bahaya jika saat mendarat posisi leher ikut
terlipat/tertekuk karena bisa mengakibatkan keseleo dan fraktur
tulang leher. Bila bayi dalam keadaan tidak sadar jangan mencoba
mengangkatnya. Langkah yang bisa kita lakukan adalah minta bantuan
paramedis di UGD di rumah sakit atau 118.

Entry Filed under: KECELAKAAN PADA ANAK. .

Rabu, Oktober 15, 2008

Mainanku

Posted by LoveLy KhaLisa at 07.01 0 comments


hihihi....asyik yach, benda apa niy...ditarik2 ko keluar mie... (mmmhh mommy lost again)

Senin, Oktober 13, 2008

aduhh sibuk nya

Posted by LoveLy KhaLisa at 08.21 1 comments



ugghhh lihat otot ku

Sabtu, Agustus 09, 2008

Sikat Gigi

Posted by LoveLy KhaLisa at 07.02 3 comments
Ga tahu kenapa, kalo mama sikat gigi depan Khalisa dia kayak yang seneeeeeeng banget ngeliat nya...terheran-heran mukanya,kaya yg aneh mungkin ada putih-putih du mulut mama..kadang dia senyum,, mungkin di pikirannya, mommy looks so funny or silly hihihi...
sepertinya dia pingin kaya gini...waktu Khalisa nangis terus n mama dah mati gaya, ga tahu harus gimana,,,mama kasih aja tuh sikat gigi,,trus ditongkrongin depan kamar madi ehh dia anteng,,n asyik mencoba sikat gigi barunya...

Minggu, Agustus 03, 2008

Go to the pool

Posted by LoveLy KhaLisa at 19.51 1 comments
Sebenernya ini bukan kali pertama khalisa renang...tapi pertama kali nyemplung ke kolam pake baju renang...hihihi..ini dah mama beliin yang paling kecil..tapi tetep aja kelonggaran dikit..

tapi sekarang reflex paddle dog nya dah ilang...mungkin karena dah bisa duduk..jadi kalo di cemplungin ke air ga goseh-goseh lagi kakinya.

Here are some of the picture...



Jumat, Agustus 01, 2008

Picnic ke taman

Posted by LoveLy KhaLisa at 22.47 0 comments




Pinic ke Taman Casuarina...acaranya numpang breakfast aja,,,yang tadinya di rumah sesekali mau out door, sekalian ajak main khalisa...
sampe sana si Khalisa sibuk nyabutin rumput dan memasukan ke maulut nya, daun-daun pohon pinus, ranting-ranting,,,ampuun deh,,ko jadi Khalisa yang sarapan disini

Kamis, Juli 31, 2008

Gigi Tumbuh

Posted by LoveLy KhaLisa at 21.55 0 comments
Hihi..Gigi Atas Khalisa dah nongol...pantesan kemaren-kemaren sering di jedug-jrdug in mukanya..mungkin gatal yach.,
nti kalo dah tumbuh mama foto gigi atas nya yach..

Rabu, Juli 30, 2008

Kumpul Bocah Baby Nimbrung

Posted by LoveLy KhaLisa at 19.09 1 comments








Ini dia foto-foto kumpul bocah,Jumat 25 July 2008, (aga telat posting nya), di rumah mba Sulma Talang...berhubung rumah kita sebelahan,,,wahhh ada rame-rame, nimbrung ahhh.Walo Khalisa berlum termasuk batita tapi infant ini ga sabar untuk jadi bocah;-p

Well kids...ibu guru absent dulu yach..Andra n mommy rossie, Hadir
Adam n bunda Sulma...tentu hadirr , wong tuan rumah ;-p
Kishan, mba Fitri n Zaka Hadir
Alza...adaaaa
Matthew ada..

Selamat Bermain

Jumat, Juli 25, 2008

Pindahan

Posted by LoveLy KhaLisa at 01.28 0 comments
Khalisa Sibuk bantuin pindahan dari Wisma Puncak ke Talang 167



Minggu, Juli 06, 2008

10 Penyakit Pertama Pada Bayi

Posted by LoveLy KhaLisa at 05.20 0 comments
Menjadi orang tua baru tentu membahagiakan. Namun, kebahagiaan terkadang berubah menjadi kepanikan tatkala si kecil mendadak sakit. Nah, ada baiknya Anda mengenali 10 penyakit pertama bayi, seperti dipaparkan Dr. Kusnandi Rusmil, Sp.A dari RS Hasan Sadikin, Bandung berikut ini.

1. BATUK-PILEK - Batuk-pilek pada bayi bisa karena banyak
faktor. "Sebagian besar penyebabnya virus, yang jenisnya ada ratusan banyaknya. Biasanya sembuh sendiri, kok. Gejalanya, hidung berair, kadang tersumbat, lalu diikuti batuk dan demam." Selain virus, batuk-pilek juga bisa karena bakteri. Biasanya disertai panas dan gejalanya lebih berat, yaitu tenggorokan berwarna merah. Harus diberi antibiotik. Jika terus berlanjut, bisa berakibat komplikasi radang telinga tengah. "Namun, sakit telinga tak selalu terjadi pada batuk
pilek." Jika cairan atau lendir banyak keluar dari hidung bayi dan membuat napas tersumbat, beri obat tetes hidung atau sedot cairan hidung dengan alat khusus. "Yang penting, penyebabnya dulu yang diobati. Karena virus belum ada obatnya, maka pertahanan tubuh si bayi-lah yang harus ditingkatkan." Biasanya, batuk-pilek pada bayi terjadi sekitar lima hari. Jika panas tubuh bayi tak turun-turun hingga 2 - 3 hari, segera bawa ke dokter. "Orang tua tak perlu cemas jika bayi batuk-pilek. Jika disertai panas, beri obat panas. Jangan lupa, beri nutrisi yang baik, terutama yang mengandung vitamin dan mineral, seperti buah-buahan atau jus, minum yang banyak, terutama ASI."

2. INFEKSI TELINGA - Infeksi telinga dapat disebabkan batuk-pilek oleh virus yang terus -Menerus, sehingga virus masuk ke dalam saluran telinga. "Bisa jugakarena telinga kemasukan air yang mengandung kuman, sehingga mengakibatkan peradangan saluran telinga tengah." Gejalanya, sakit pada telinga dan panas yang tidak turun-turun selama 2 - 3 hari. "Harus segera dibawa ke dokter. Kalau tidak segera ditangani, gendang telinga bayi bisa meradang dan pecah." Jika tak diobati, lama-lama radang telinga akan makin parah dan dapat menimbulkan nanah. "Jika nanah pecah, cairan itu akan keluar dari telinga dengan bau yang tidak enak. Efek jangka panjangnya, sistem pendengaran rusak."

3. DIARE - Seperti halnya batuk-pilek, diare pada bayi juga bisa karena bermacam faktor, dari makanan yang tercemar kuman atau virus, keracunan makanan, sampai alergi susu. Diare pada bayi umumnya dapat dilihat dari jumlah cairan yang keluar melalui buang air besar (BAB) yang lebih banyak dari cairan yang masuk. Frekuensi BAB-nya lebih dari tiga kali sehari. Jadi, harus diberi banyak cairan supaya tidak terjadi dehidrasi. Pencegahannya, beri bayi minum, misalnya oralit, minuman yang mengandung ion, atau minuman yang mengandung probiotik, seperti yoghurt untuk membantu keseimbangan kuman dalam perut. "Bayi enam bulan sudah boleh, kok, diberi minuman mengandung ion atau probiotik." Kusnandi juga menegaskan, obat diare yang paling ampuh bagi bayi sebenarnya ASI, karena mengandung obat anti-virus atau kuman yang dapat mencegah dan mengurangi lamanya penyakit bersarang di dalam tubuh bayi. Diare yang disertai demam, lanjut Kusnandi, paling sering disebabkan oleh virus. "Semua penyakit karena virus, tidak ada obatnya. Yang penting, meningkatkan daya tahan tubuh dan mengatasi kehilangan cairan tubuh dengan banyak-banyak minum, terutama ASI." Sementara diare disertai muntah, biasanya disebabkan karena rangsangan ke dalam saluran pencernaan. "Rangsangan itu bisa macam-macam, bisa oleh kuman atau racun zat kimia. Sekali lagi, yang penting adalah memberi minum yang banyak. Bisa juga diberi obat anti muntah oleh dokter," kata Kusnandi seraya mengingatkan agar orang tua tidak memberi bayi obat pemampat feses atau tinja. "Jika tinja mampat, kuman enggak mati, malah berkumpul di dalam usus. Lebih baik kuman dikeluarkan dulu melalui BAB. Setelah kuman habis, otomatis diare akan berhenti dengan sendirinya," kata Kusnandi mengingatkan.

4. BATUK PLUS SESAK NAPAS - Pada bayi yang memiliki potensi alergi atau asma, batuk pilek lama-lama bias menimbulkan sesak napas. "Batuk-pilek ini terjadi akibat kuman yang lama-lama menyebar ke paru-paru. Bisa mengakibatkan gejala radang paru-paru, yaitu sesak napas," ujar Kusnandi. Jika sudah menyerang paru-paru, berarti sudah masuk ke tahap serius dan harus betul-betul diobati. "Tanda-tanda sesak napas ini dapat dilihat secara fisik, antara lain bayi bernapas lewat hidung, sehingga cuping hidung kembang-kempis, napasnya cepat, setiap bernapas seperti ada yang menariknya hingga dadanya cekung." Penanganan gejala-gejala serius ini harus lebih teliti. Bila perlu dirawat di RS untuk diberi oksigen. "Jika sudah sampai ke tahap serius, tak bisa lagi hanya diberi perawatan di rumah. Bisa bahaya dan harus segera ditolong dokter," tegas Kusnandi. 5. SAKIT TENGGOROKAN - Sakit tenggorokan pada bayi bisa karena kuman atau virus yang menyerang tenggorokan. "Tanda-tanda fisiknya, tenggorokan berwarna merah, yang dapat terlihat di bagian leher. Bayi juga terlihat seperti kesakitan, rewel, dan biasanya sulit menelan." Jika disebabkan virus, biasanya dokter akan memberi obat pengurang rasa sakit, vitamin, dan dianjurkan diberi makan yang banyak, terutama jus buah, sayur bening, dan ASI, agar tubuhnya kembali kuat. Namun jika penyebabnya kuman, dokter akan memberi antibiotik. "Bisa berupa sirup atau puyer. Puyer lebih ekonomis dan dosisnya bisa lebih tepat, karena dihitung per kilogram berat badan bayi. Efektivitasnya, sih, sebenarnya sama saja dengan sirup."

Dikutip dari: Tabloid Nova

Senin, Juni 30, 2008

Bermain Air

Posted by LoveLy KhaLisa at 18.47 1 comments
Bermain air bisa membuat bayi gembira. Amati saja saat ia dimandikan dengan cara yang tepat, ia tampak begitu nyaman. Bukankah selama dalam rahim, ia pun sudah akrab dengan air. Sementara di hari-hari berikutnya, secara rutin ia akan dimandikan. Oleh karena itu, dr. Sadoso Sumosardjuno, Sp.KO., sangat mendukung apabila berenang mulai diajarkan di usia bayi, karena melatihnya justru akan lebih mudah.

Mengajarkan renang sudah bisa dimulai sebelum usia satu tahun. Intinya adalah membuat bayi nyaman berada di air.

MANFAAT RENANG

* Menghilangkan rasa takut pada air


Banyak anak tak mau belajar renang karena takut air. Jika aktivitas renang dikenalkan sejak bayi, hal itu tak akan terjadi.


* Sarana bermain


Bermain tak harus selalu di kamar atau di taman. Kolam renang bisa juga menjadi sarana bermain yang menyenangkan.


* Menyehatkan badan dan merangsang gerakan motorik


Dengan bermain air, otot-otot bayi berkembang, persendiannya tumbuh secara optimal, pertumbuhan badannya meningkat, dan tubuh pun jadi lentur. Dengan kata lain, semua komponen tubuhnya akan terlatih melalui renang karena seluruh anggota tubuh mulai dari kaki, tangan, hingga kepala digerakkan walaupun belum dengan teknik yang sempurna. Bayi jadi terlatih dan daya tahan tubuhnya pun lebih terjaga.


* Mengasah kemandirian, keberanian, dan percaya diri


Berenang mendorong bayi tumbuh menjadi sosok yang mandiri dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Hal ini tercermin saat bayi tak lagi takut menjelajah bersama orang tua di kolam yang besar.


* Kemampuan sosial


Berenang bersama-sama di kolam akan menumbuhkan rasa kebersamaan dan meningkatkan kemampuannya beradaptasi dan bersosialisasi dengan orang lain.



LANGKAH BELAJAR RENANG

UNTUK mulai mengajari bayi berenang, kata dokter spesialis kesehatan olahraga dari RS Pondok Indah, Jakarta ini, bayi mesti melalui tahap pengenalan air.


* Lakukan latihan awal dengan menggunakan kolam plastik sebelum masuk ke kolam sungguhan. Basahi tubuhnya seperti ketika memandikan agar tak timbul fobia air. Bawa serta mainan tahan air seperti mainan bebek atau ikan, agar ia merasakan main di kolam sebagai sesuatu yang menyenangkan. Jangan ragu untuk melibatkannya agar mau bermain-main, seperti menciprat-cipratkan air. Ini akan memancingnya untuk tersenyum dan tertawa, sekaligus menstimulasi kemampuan motoriknya.


* Jika si kecil sudah akrab dengan air, ajaklah ia untuk masuk ke kolam renang sungguhan. Namun, sebelumnya ada beberapa faktor yang mesti diperhatikan, antara lain:


- Kedalaman kolam


Jangan bawa bayi ke kolam renang yang tidak memiliki bagian khusus untuk anak. Pilihlah area yang tingkat kedalamannya hanya sebatas pinggangnya. Selain menghindari hal-hal yang tak diinginkan, semisal tenggelam, kolam yang terlalu dalam juga dikhawatirkan membuat si kecil merasa tak nyaman yang malah mengakibatkannya jadi takut air. Untuk mengenalkan tingkat kedalaman yang berbeda, lakukanlah secara bertahap, dari yang paling dangkal.


- Suhu air


Air kolam renang sebaiknya jangan terlalu dingin atau terlalu panas. Usahakan yang bersuhu kurang lebih sama dengan suhu badan. Air yang terlalu dingin maupun panas bisa menyebabkan si kecil sakit.


- Kejernihan air


Usahakan air kolam renang jernih dan tak keruh, sehingga kalaupun terminum tidak mengakibatkan apa-apa. Sedapat mungkin hindari kolam renang yang airnya mengandung kaporit karena justru akan berdampak buruk pada mata dan kulitnya.


- Lantai kolam


Perhatikan kebersihan lantai kolam. Hindari yang permukaannya licin karena bisa mengakibatkannya gampang terpeleset.


* Sebagai langkah awal, seperti yang dilakukan di kolam karet, lakukan pengenalan air secara bertahap dimulai dengan membasuh seluruh tubuhnya. Lalu dalam posisi duduk gerakkan kaki silih berganti dan gerakkan tangannya seperti mencipratkan air. Jangan lupa, tetap bawa serta mainan air kesayangannya agar si kecil tak cepat bosan berada di kolam.


* Tahap berikutnya, gunakan pelampung yang berbentuk ban yang mampu menahan tubuhnya atau yang dilingkarkan pada pergelangan tangan. Fungsi pelampung ini selain sebagai alat pengaman, juga bisa membantu bayi berlatih "mengapung". Sambil menggunakan pelampung, bawa ia menyusuri pinggir kolam. Tapi ingat, jangan sesekali melepaskan pegangan maupun pengawasan Anda dari si kecil.


* Secara bertahap penggunaan pelampung sebaiknya dihentikan agar bayi tak tergantung pada alat tersebut. Sebagai pengganti pelampung, ayah/ibu bisa memegangi badan si kecil dan ajak untuk menikmati acara jalan-jalan di dalam kolam. Jika ia sudah terbiasa dengan air yang ada di sekelilingnya, secara bertahap pula ajak ia berenang di kolam yang lebih dalam.


* Agar bayi lebih termotivasi bereksplorasi di air, ajak anak-anak yang lain. Dengan proses belajar yang menyenangkan di antara banyak teman, tentu bayi akan lebih bersemangat. Secara tidak langsung, dengan banyaknya teman yang ikut berlatih, dalam diri bayi akan tumbuh keyakinan bahwa berenang itu sungguh menyenangkan.


* Pengawasan dan pendampingan orang tua memang jelas-jelas harus dilakukan. Ini penting karena tak sedikit bayi yang nyaris tenggelam atau tersedak akibat mulut atau hidungnya kemasukan air. Jika mengalami hal tak menyenangkan seperti itu bukan tidak mungkin bayi jadi enggan berenang. Sementara jika bayi memang sulit diajari berenang karena takut air, amat disarankan agar orang tua tidak memaksakan kehendak. Mungkin dia butuh waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri dengan air. Yang penting, jalani proses belajar berenang dengan suasana bermain yang menyenangkan.



USIA TEPAT BERLATIH RENANG

LALU kapan, sih, bayi sudah bisa diajari berenang di kolam? Menurut Sadoso, yang paling pas adalah di usia 9 bulan, tak lain karena di usia ini umumnya bayi sudah bisa duduk tegak sendiri dan relatif kuat menyangga tubuhnya saat berdiri.


Namun, tentu saja proses belajarnya harus dibedakan dari proses belajar yang diterapkan pada anak yang lebih besar. Jika yang berperan sebagai pelatihnya adalah orang tua sendiri, biasanya bayi akan lebih senang, hingga bisa lebih mudah dan cepat proses belajarnya.



MESTI PROPORSIONAL

Pada prinsipnya, setiap aktivitas olahraga adalah baik. Namun, Sadoso mengingatkan, manfaatnya akan maksimal jika kegiatan ini dilakukan secara teratur dan proporsional. Jadi, ada batasan-batasannya, yaitu latihan tidak melebihi kemampuan bayi karena bisa berakibat buruk. Antara lain daya tahan tubuhnya bisa merosot karena terlalu dipaksakan. Menurutnya, frekuensi olahraga yang baik bagi kesehatan adalah tiga kali setiap minggu. Waktunya cukup sekitar 10-15 menit saja. "Jangan terlalu lama karena bayi cepat capek meski cepat juga pemulihannya. Kalau dia enggan, ya jangan memaksakan diri. Juga kalau bayi capek, jangan dipaksakan. Nanti malah sakit."



PENTING UNTUK DIPERHATIKAN

Bagi orang tua yang ingin melatih bayinya berenang, berikut sejumlah hal penting yang disarikan Sadoso:


* Kenalkan sejak dini. Lakukan latihan secara bertahap sesuai dengan umur dan keberanian bayi terhadap air.


* Jangan pernah memaksa bayi untuk berenang. Jika dipaksakan bayi justru akan menolak/enggan masuk kolam.


* Jangan membenamkan kepala bayi ke dalam air.


* Usahakan agar orang tua sendiri yang jadi pelatihnya agar bayi tak merasa asing, hingga ia bisa merasa nyaman.


* Perhatikan sarana yang akan digunakan, termasuk kondisi kolam renang dan pelampungnya. Ini akan meminimalkan tingkat risiko terjadinya kecelakaan/hal-hal yang tak diinginkan.


* Tetap awasi dan dampingi saat bayi berada dalam air.


Dikutip dari: www.tabloid-nakita.com

Senin, Juni 23, 2008

Kosmetika Bayi

Posted by LoveLy KhaLisa at 23.49 0 comments
Berbagai gangguan kulit pada bayi dan balita seperti biang keringat, eksim popok, dan eksim susu sebenarnya bisa diatasi bila orang tua rajin menjaga kesehatan kulit. Caranya dengan rajin mengganti popok, memilih bahan pakaian yang lembut, serta menjaga udara kamar agar tetap sejuk dan nyaman.

Berbeda dengan kulit dewasa yang tebal dan mantap, kulit bayi dan balita relatif tipis dengan ikatan antarsel yang longgar. Karena itu kulit anak lebih rentan terhadap infeksi, iritasi, dan alergi. Secara struktural kulit bayi dan balita belum berkembang dan berfungsi optimal sehingga diperlukan perawatan khusus.

Perawatan yang lebih menekankan pada pemeliharaan kulit ketimbang dekorasi ini diharapkan bisa meningkatkan fungsi utama kulit sebagai pelindung dari pengaruh luar tubuh.

Perawatan kulit bayi dan balita bisa dimulai dari kegiatan sehari-hari. Misalnya dengan memandikan secara teratur, membersihkan rambut, dan mengganti popok atau baju pada saat tepat. Mandi misalnya, diwajibkan dua kali sehari, pagi dan sore. Dalam memandikan, perhatikan hal-hal berikut: suhu air disesuaikan dengan umur anak, gunakan sabun bayi yang lunak, gunakan sampo bayi untuk membersihkan rambut, keringkan badan dengan handuk sendiri sampai lipatan kulit, dan berikan bedak dengan sapuan tipis.

Soal pakaian bayi sebaiknya dari bahan lembut dan selalu bersih. Dengan memperhatikan pakaian yang digunakan berarti kita telah berupaya menghindari timbulnya gangguan. Pada sebagian anak penggunaan pakaian berbahan nilon atau wol bisa menimbulkan gatal-gatal di seluruh tubuh. Bahan katun yang gampang menyerap keringat haruslah menjadi pilihan pertama bagi anak berkulit peka.

Pemeliharaan kulit itu bisa dilakukan dengan menggunakan bermacam kosmetika bayi yang beredar saat ini. Sebagian berfungsi untuk membersihkan kulit misalnya sabun dan sampo; melembapkan dan pelindung terhadap sinar matahari seperti losion, krim, dan minyak khusus.

Penggunaan kosmetika berupa sabun, sampo, losion, minyak khusus untuk bayi perlu dipilih yang tepat dan disesuaikan dengan kondisi kulit bayi. Misalnya dengan mencermati zat warna dan bahan-bahan pengawet yang mungkin saja tidak sesuai dengan kulit bayi. Juga apakah pH-nya sesuai dengan kulit bayi.

Memilih dan menggunakan kosmetika pada bayi dan balita secara benar dan tidak berlebihan merupakan langkah utama menjaga kesehatan kulit. Oleh karena itu, banyaknya informasi tentang produk kosmetika bayi dan balita dewasa ini harus lebih dicermati oleh orang tua.

Eksim popok

Selain perawatan kulit rutin, para orang tua perlu memperhatikan perawatan kulit yang berhubungan dengan beberapa penyakit kulit tertentu. Misalnya saja eksim popok, yaitu kelainan kulit yang timbul akibat radang di daerah tertutup popok. Penyakit kulit pada bayi dan balita ini banyak dikeluhkan orang tua.

Penyakit ini umumnya timbul pada lipatan-lipatan kulit paha, di antara kedua pantat, dan dapat menimpa di bagian kulit lain. Bagian tertutup popok mudah mengalami peradangan karena kulitnya hangat dan lembap serta peka terhadap bakteri serta senyawa yang dapat mengiritasinya.

Eksim popok dapat dicegah dengan cara mengganti popok sesering mungkin setiap kali popok basah. Sebaiknya kain popok terbuat dari bahan lembut dan cara pemakaiannya tidak terlalu ketat agar kulit tidak tergesek. Penggunaan celana plastik sedapat mungkin dihindari.

Eksim popok juga bisa muncul karena adanya zat-zat tajam, yang biasa ada dalam faeces bayi, yang menimbulkan peradangan di sekitar anus. Bercak begini umumnya terjadi bila si bayi diare. Penanggulangannya bisa dilakukan dengan mengganti popok setiap kali terasa basah. Usap semua bekas faeces dari badannya, balur dengan krim pelindung. Periksakan ke dokter bila bercaknya belum hilang dalam 10 hari.

Popok yang basah bisa pula menimbulkan bercak yang tidak berpusat di sekitar anus. Ini terjadi karena reaksi antara zat di dalam ompol dengan zat di faeces dan menghasilkan amonia yang merangsang kulit bayi. Penanggulangannya bisa dengan mengganti popok sesering mungkin. Sebelum pemakaian popok usapkan krim pelindung kulit. Bila dalam 10 hari belum ada kemajuan, atau malah makin memburuk, ada kemungkinan kulitnya sudah terinfeksi candida - jamur yang biasa muncul di usus. Dalam hal itu periksakan ke dokter, yang mungkin memberi krim khusus dan juga obat khusus untuk melawan infeksinya.

Soal pilihan penggunaan popok kain atau popok sekali pakai tak jadi soal. Dari segi kesehatan keduanya sama-sama sehat. Yang penting jangan sampai terlambat mengganti. Untuk popok kain tentu harus segera diganti bila terlihat basah. Tetapi untuk popok sekali pakai frekuensi penggantiannya didasarkan atas daya tampungnya. Misalnya dengan melihat apakah popok sekali pakai itu sudah tampak menggelembung atau menggantung. Jika sudah, maka harus segera diganti. Setiap kali akan mengganti popok, bagian pantat bayi dan sekitarnya harus dibasahi. Kemudian bagian tadi dikeringkan, baru diberi bedak.

Sering dianjurkan pemakaian baby oil pada bagian ini, untuk menjaga air seni tidak mudah meresap ke dalam kulit. Tentu saja baby oil ini harus diteteskan lebih dulu pada segumpal kapas.

Pada bayi perempuan, membersihkannya harus dari bagian atas ke arah anus, dengan menggunakan kapas basah. Sedangkan pada bayi laki-laki, dengan menarik kulup perlahan-lahan sehingga lubang kencingnya tampak, baru kemudian dibersihkan dengan kapas basah.

Keluhan gangguan kulit lain pada anak yang banyak ditemui adalah dermatitis atopik (eksim susu). Penting dicatat pula, bahwa dari berbagai penelitian terbukti bukan air susu ibu (ASI) penyebabnya. Bahkan, ASI sendiri mengandung zat pelindung tubuh terhadap alergi dan infeksi. Namun, nama eksim susu telah telanjur melekat sehingga tetap dipertahankan. Sementara istilah kedokterannya adalah dermatitis atopik (eksim di tempat yang tidak biasanya).

Penyakit eksim susu biasanya sangat gatal. Tampak dari seringnya bayi menggaruk, gelisah, serta rewel. Kulit terlihat kemerahan dan terdapat gelembung-gelembung kecil berisi cairan jernih. Bila pecah akan tampak basah kemudian mengering dan menjadi koreng kekuningan atau kehitaman. Eksim ini terdapat pada kulit daerah tertentu sesuai dengan usia anak. Misalnya pada bayi banyak ditemukan di daerah pipi, sedangkan pada anak di daerah lekukan lengan dan kedua lekukan lutut. Di luar daerah tersebut kulitnya kering dan bersisik.

Penyebab penyakit ini sangat kompleks, dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik dari dalam tubuh, yaitu faktor keturunan, maupun lingkungan, misalnya debu, udara panas, dan kelembapan. Karena itu perawatan kulit yang paling penting adalah mencegah kulit agar jangan kering.

Biang keringat

Biang keringat juga merupakan keluhan umum yang sering ditemukan pada bayi dan balita. Biang keringat atau sering disebut juga keringat buntet timbul di daerah dahi, leher, dan bagian tubuh yang tertutup pakaian. Gejala utama adalah gatal, dapat disertai kulit kemerahan dan gelembung berair kecil-kecil. Penyakit ini biasa kambuh berulang, terutama bila udara panas dan berkeringat, sehingga menimbulkan masalah pada bayi, balita, maupun orang tua. Penyakit ini dapat dicegah dengan perawatan rutin, misalnya mandi dengan teratur dan membasuh anak yang berkeringat dengan lap basah sebelum dikeringkan dan diberi bedak.

Seringkali terjadi bintik-bintik merah (ruam) pada leher dan ketiak bayi. Keadaan ini disebabkan oleh peradangan kulit pada bagian tersebut. Bisa disebabkan karena bagian ini tidak kering betul ketika dilap dengan handuk sehabis memandikannya. Apalagi jika si bayi gemuk, sehingga leher dan ketiaknya berlipat-lipat.

Ruangan dengan ventilasi udara cukup sangat dianjurkan, terutama di kota-kota besar yang panas dan pengap. Usahakan kamar balita diberi jendela lebar sehingga pertukaran udara dari luar ke dalam ruangan lancar. Dari kasus-kasus biang keringat pada bayi dan balita, hampir 70% nya bisa diatasi bila pergerakan udara dalam ruangan lancar sehingga kamar terasa sejuk.

Lepas dari soal kesehatan, perawatan kulit pada bayi dan balita sebenarnya mengekspresikan rasa cinta orang tua kepada buah hatinya. Sentuhan mereka akan sangat mempengaruhi perkembangan fisik dan mental seorang anak. (G. Sujayanto)

Khalisa Think in Alketiri

Posted by LoveLy KhaLisa at 23.23 0 comments

Rabu, Juni 11, 2008

Memilih Mainan

Posted by LoveLy KhaLisa at 06.50 0 comments
Bermain kerap disebut juga "pekerjaan masa kecil". Dan mainan merupakan alat untuk membantu mengembangkan kemandirian, alat pendukung untuk saling berbagi, dan alat yang menstimulasi perkembangan serta kreativitas anak.

Sangat penting untuk memastikan bahwa mainan apa pun yang diberikan ke bayi atau anak telah melalui standar keamanan dan keselamatan.

Nah, apakah Anda telah memiliki pengalaman yang cukup tentang mainan yang akan diberikan ke anak?

Berikut ini langkah-langkah yang tak kalah pentingnya untuk Anda simak sebelum memutuskan membeli mainan untuk si kecil

* Lakukan sendiri
Terus lakukan pengecekan terhadap uji keamanan dan keselamatan mainan yang Anda berikan pada si kecil. Hati-hati dengan mainan yang dapat dimasukkan dalam mulut. Hindari semua mainan yang memiliki tali, berbentuk tajam, terbuat dari bahan kaca atau yang kira-kira membahayakan.

* Sesuai usia
Sangat penting untuk membeli mainan sesuai dengan umur anak. Anak-anak yang lebih muda lebih cepat mengembangkan keterampilan motorik, sementara anak di atas usia setahun akan lebih cocok dengan mainan yang membutuhkan pemecahan masalah dan yang lebih fisikal.

* Pertimbangkan jangka waktu
Bila mencari mainan, pikirkan berapa lama mainan tersebut dapat digunakan. Sejumlah mainan berkembang melalui tiga tahapan untuk menjaga agar bayi atau anak tertarik dan dapat dimainkan pada saat bayi duduk, berbaring, ataupun berdiri.

* Teliti sebelum membeli
Bila membeli mainan bayi, baca panduannya terlebih dahulu dan pahami kegunaannya.

* Sesuai selera anak
Pastikan mainan tersebut akan digemari oleh si kecil. Melalui permainan, mereka dapat mengasah kepekaan dan belajar tentang dunia di sekitar mereka.

* Beda bayi beda mainan

Pastikan Anda memilih mainan bayi yang sesuai dengan tahapan perkembangannya dan tidak membeli suatu mainan karena teman Anda membelikan mainan tersebut untuk anaknya sehingga Anda merasa harus membelinya untuk buah hati tersayang.

10 Penyakit Pertama Pada Bayi

Posted by LoveLy KhaLisa at 06.44 0 comments
Menjadi orang tua baru tentu membahagiakan. Namun, kebahagiaan terkadang berubah menjadi kepanikan tatkala si kecil mendadak sakit. Nah, ada baiknya Anda mengenali 10 penyakit pertama bayi, seperti dipaparkan Dr. Kusnandi Rusmil, Sp.A dari RS Hasan Sadikin, Bandung berikut ini.

1. BATUK-PILEK - Batuk-pilek pada bayi bisa karena banyak faktor. "Sebagian besar penyebabnya virus, yang jenisnya ada ratusan banyaknya. Biasanya sembuh sendiri, kok. Gejalanya, hidung berair, kadang tersumbat, lalu diikuti batuk dan demam." Selain virus, batuk-pilek juga bisa karena bakteri. Biasanya disertai panas dan gejalanya lebih berat, yaitu tenggorokan berwarna merah. Harus diberi antibiotik. Jika terus berlanjut, bisa berakibat komplikasi radang telinga tengah. "Namun, sakit telinga tak selalu terjadi pada batuk
pilek." Jika cairan atau lendir banyak keluar dari hidung bayi dan membuat napas tersumbat, beri obat tetes hidung atau sedot cairan hidung dengan alat khusus. "Yang penting, penyebabnya dulu yang diobati. Karena virus belum ada obatnya, maka pertahanan tubuh si bayi-lah yang harus ditingkatkan." Biasanya, batuk-pilek pada bayi terjadi sekitar lima hari. Jika panas tubuh bayi tak turun-turun hingga 2 - 3 hari, segera bawa ke dokter. "Orang tua tak perlu cemas jika bayi batuk-pilek. Jika disertai panas, beri obat panas. Jangan lupa, beri nutrisi yang baik, terutama yang mengandung vitamin dan mineral, seperti buah-buahan atau jus, minum yang banyak, terutama ASI."

2. INFEKSI TELINGA - Infeksi telinga dapat disebabkan batuk-pilek oleh virus yang terus -Menerus, sehingga virus masuk ke dalam saluran telinga. "Bisa jugakarena telinga kemasukan air yang mengandung kuman, sehingga mengakibatkan peradangan saluran telinga tengah." Gejalanya, sakit pada telinga dan panas yang tidak turun-turun selama 2 - 3 hari. "Harus segera dibawa ke dokter. Kalau tidak segera ditangani, gendang telinga bayi bisa meradang dan pecah." Jika tak diobati, lama-lama radang telinga akan makin parah dan dapat menimbulkan nanah. "Jika nanah pecah, cairan itu akan keluar dari telinga dengan bau yang tidak enak. Efek jangka panjangnya, sistem pendengaran rusak."

3. DIARE - Seperti halnya batuk-pilek, diare pada bayi juga bisa karena bermacam faktor, dari makanan yang tercemar kuman atau virus, keracunan makanan, sampai alergi susu. Diare pada bayi umumnya dapat dilihat dari jumlah cairan yang keluar melalui buang air besar (BAB) yang lebih banyak dari cairan yang masuk. Frekuensi BAB-nya lebih dari tiga kali sehari. Jadi, harus diberi banyak cairan supaya tidak terjadi dehidrasi. Pencegahannya, beri bayi minum, misalnya oralit, minuman yang mengandung ion, atau minuman yang mengandung probiotik, seperti yoghurt untuk membantu keseimbangan kuman dalam perut. "Bayi enam bulan sudah boleh, kok, diberi minuman mengandung ion atau probiotik." Kusnandi juga menegaskan, obat diare yang paling ampuh bagi bayi sebenarnya ASI, karena mengandung obat anti-virus atau kuman yang dapat mencegah dan mengurangi lamanya penyakit bersarang di dalam tubuh bayi. Diare yang disertai demam, lanjut Kusnandi, paling sering disebabkan oleh virus. "Semua penyakit karena virus, tidak ada obatnya. Yang penting, meningkatkan daya tahan tubuh dan mengatasi kehilangan cairan tubuh dengan banyak-banyak minum, terutama ASI." Sementara diare disertai muntah, biasanya disebabkan karena rangsangan ke dalam saluran pencernaan. "Rangsangan itu bisa macam-macam, bisa oleh kuman atau racun zat kimia. Sekali lagi, yang penting adalah memberi minum yang banyak. Bisa juga diberi obat anti muntah oleh dokter," kata Kusnandi seraya mengingatkan agar orang tua tidak memberi bayi obat pemampat feses atau tinja. "Jika tinja mampat, kuman enggak mati, malah berkumpul di dalam usus. Lebih baik kuman dikeluarkan dulu melalui BAB. Setelah kuman habis, otomatis diare akan berhenti dengan sendirinya," kata Kusnandi mengingatkan.

4. BATUK PLUS SESAK NAPAS - Pada bayi yang memiliki potensi alergi atau asma, batuk pilek lama-lama bias menimbulkan sesak napas. "Batuk-pilek ini terjadi akibat kuman yang lama-lama menyebar ke paru-paru. Bisa mengakibatkan gejala radang paru-paru, yaitu sesak napas," ujar Kusnandi. Jika sudah menyerang paru-paru, berarti sudah masuk ke tahap serius dan harus betul-betul diobati. "Tanda-tanda sesak napas ini dapat dilihat secara fisik, antara lain bayi bernapas lewat hidung, sehingga cuping hidung kembang-kempis, napasnya cepat, setiap bernapas seperti ada yang menariknya hingga dadanya cekung." Penanganan gejala-gejala serius ini harus lebih teliti. Bila perlu dirawat di RS untuk diberi oksigen. "Jika sudah sampai ke tahap serius, tak bisa lagi hanya diberi perawatan di rumah. Bisa bahaya dan harus segera ditolong dokter," tegas Kusnandi.

5. SAKIT TENGGOROKAN - Sakit tenggorokan pada bayi bisa karena kuman atau virus yang menyerang tenggorokan. "Tanda-tanda fisiknya, tenggorokan berwarna merah, yang dapat terlihat di bagian leher. Bayi juga terlihat seperti kesakitan, rewel, dan biasanya sulit menelan." Jika disebabkan virus, biasanya dokter akan memberi obat pengurang rasa sakit, vitamin, dan dianjurkan diberi makan yang banyak, terutama jus buah, sayur bening, dan ASI, agar tubuhnya kembali kuat. Namun jika penyebabnya kuman, dokter akan memberi antibiotik. "Bisa berupa sirup atau puyer. Puyer lebih ekonomis dan dosisnya bisa lebih tepat, karena dihitung per kilogram berat badan bayi. Efektivitasnya, sih, sebenarnya sama saja dengan sirup."

6. SEMBELIT - Penyebab sembelit bisa karena kurang makan makanan berserat. Oleh karena itu, bayi sebaiknya diberi banyak buah, sayuran, dan ASI. “Berikan puding atau agar-agar, buah-buahan, dan sayuran. Untuk bayi yang belum bisa makan, berilah ASI sebanyak mungkin. Biasanya, bayi yang masih minum ASI jarang sembelit, kecuali bayi yang diberi susu formula. Mungkin susunya kurang cocok.”

Untuk mengatasi sembelit, pilih susu yang cocok. “Sementara dokter biasanya akan memberi obat untuk melancarkan BAB-nya.” Namun, ada juga bayi baru lahir yang tak bisa buang air besar. “Keluhannya, perut kembung dan sering muntah. Itu karena saraf dari usus kurang, sehingga gerak peristaltiknya pun berkurang. Ini penyakit bawaan, harus dioperasi untuk membuang usus yang tidak ada sarafnya. Kasus seperti ini sering terjadi pada bayi baru lahir,” terang Kusnandi.

7. INFEKSI SALURAN KEMIH - Selain sulit BAB, infeksi saluran kemih juga sering terjadi pada bayi yang baru lahir. “Banyak terjadi pada bayi perempuan, karena saluran kemih perempuan lebih pendek dari saluran kemih bayi laki-laki, sehingga kuman lebih gampang masuk ke dalam tubuh. Jika bayi panas tanpa diserta batuk-pilek atau sakit telinga, orang tua harus selalu berpikir bahwa ini bisa saja sakit radang saluran kemih.”

Gejala infeksi saluran kemih hanya panas atau air kencingnya sedikit, dan bayi merasa nyeri di daerah perut atau kesakitan saat buang air kecil/kencing. “Kadang-kadang, radang atau infeksi saluran kemih ini tidak bergejala juga. Buang airnya pun normal. Justru jika gejala tak muncul, sangat berbahaya karena dapat merusak ginjal.” Oleh karena itu, jika bayi demam lebih dari 38,5 0 Celcius, segera periksakan ke dokter.

8. MUNTAH - Muntah atau gumoh disebabkan karena perut bayi yang baru lahir ukurannya masih sangat kecil. “Daya tampungnya masih sedikit. Kalau terlalu banyak diberi susu, dia akan memuntahkan susunya kembali.”

Oleh karena itu, untuk bayi yang diberi susu formula, pada saat disusui, posisi botol susu dan botol harus pas dengan mulutnya agar udara tidak ikut masuk ke dalam mulut bayi. Udara yang ikut masuk ini dapat menyebabkan bayi muntah. Sementara untuk bayi yang disusui ASI, posisi menyusui harus betul dan pas. Usai disusui, gendong bayi dengan posisi seperti berdiri hingga bersendawa. Setelah itu bayi ditidurkan dengan posisi miring ke kiri.

9. ALERGI - Banyak hal yang dapat menyebabkan alergi pada bayi. “Yang paling sering alergi susu sapi atau susu formula. Jika ibu atau keluarganya punya bakat alergi, bayi pun jadi gampang alergi. Sebagian besar alergi timbul karena makan telur, sea food, dan susu formula.”

Untuk menghindarinya, ibu menyusui sebaiknya menghindari konsumsi makanan alergen seperti telur, kacang-kacangan, sea food, atau makanan pemicu alergi. “Pasalnya, alergi ini dapat langusng terbawa melalui ASI. Dokter biasanya memberikan susu anti-alergi khusus untuk bayi yang memiliki bakat alergi atau alergi pada susu formula. Susu antialergi ini mudah didapat dan sudah banyak dijual, kok.”

10. RUAM POPOK - Usai buang air atau pipis, popok bayi harus segera diganti agar tidak menimbulkan iritasi atau merah-merah pada kulit bayi. Jika kulit bayi mengalami iritasi, kuman akan lebih mudah masuk ke dalam tubuh bayi. Untuk mencegahnya, gantilah popok sesering mungkin dan pakaikan pampers yang dapat menyerap banyak air.

Untuk popok kain, sebaiknya rajin-rajin mencuci popok. “Teknologi sudah semakin canggih, orang kini menciptakan pampers yang dapat menyerap air lebih banyak agar lebih praktis. Namun, bukan berarti bayi harus seharian pakai pampers yang itu-itu terus. Udara juga harus bisa keluar masuk, dong. Hanya saja, kelebihan pampers dapat mengurangi frekuensi pergantian popok, dibandingkan popok kain.”

Pengobatan untuk ruam popok, jika kulit bayi terkena popok basah, dapat diobati dengan memberikan bedak, talek, atau salep. “Tetapi yang paling penting harus sesering mungkin mengganti popok atau pampers. Artinya, kondisi kulit bayi harus tetap dalam keadaan kering.”

WASPADA BILA … Selain 10 penyakit di atas, ada beberapa tanda pada bayi yang harus diwaspadai dan segera dibawa ke RS, antara lain:

1. Kejang
Jika bayi kejang disertai panas atau tanpa panas, harus segera di bawa ke RS untuk mengetahui penyebab kejangnya. Setiap kejang, akan mengakibatkan terjadinya kerusakan otak, sehingga bayi tidak boleh kejang. Jadi, secepatnya harus diatasi. Jika bayinya kejang disertai demam, orang tua harus selalu membawa obat anti panas dan anti kejang. Karena biasanya sakit kejang ini suka kambuh. Kemana pun si bayi pergi, harus selalu membawa obat anti kejang untuk mencegah kejang. Jangan sampai bayi sering kejang.

Pemicu kejang ini macam-macam, bisa karena proses di kepala atau otak, atau di luar kepala. Kalau di dalam otak atau kepala, kemungkinan ada infeksi di otak atau tumor di otak, dan perdarahan di otak. Tapi yang terjadi di luar otak, bisa karena kekurangan natrium atau garam dan gula, sehingga terjadi gangguan-gangguan elektrolit. Misalnya karena sering diare, atau kejang karena adanya elektrolit atau garam yang keluar dari tubuh.

2. Sesak napas
Jangan sampai bayi Anda sesak napas, apalagi sampai membiru. Itu tandanya si bayi sudah kekurangan oksigen. Oksigen itu terutama dialirkan ke dalam otak dan organ lainnya. Jika bayi Anda sesak napas, secepatnya harus diatasi, apakah sesak itu disebabkan karena sumbatan saluran napas, atau karena infeksi di paru-paru, harus segera diatasi dan dibawa ke dokter.

3. Syok
Tanda-tandanya, denyut nadi tak teraba, muncul keringat dingin, kesadaran berkurang, serta jumlah cairan tubuh berkurang. Penyebab syok pada bayi bermacam-macam juga. Dapat dikarenakan kehilangan cairan tubuh, misalnya demam berdarah, yang mengakibatkan cairan dari dalam darah melalui pembuluh darah keluar menuju jaringan. Bisa juga karena diare dan kekurangan cairan, terjadinya perdarahan, kelainan jantung, atau karena syok lain yang disebabkan karena kesakitan yang biasa dokter sebut dengan neorogenik shock. Perawatannya, harus harus segera diinfus.

4. Tak sadarkan diri
Ini dapat terjadi karena adanya gangguan kesadaran. Setiap ada gangguan kesadaran pada bayi, orang tua harus hati-hati dan harus segera membawanya ke dokter. Ciri-ciri bayi yang tak sadarkan diri, secara fisik dapat terlihat seperti mula-mula setengah sadar, mengacau, panas tinggi, atau mungkin saja langusng tidak sadar. Di cubit pun, tak akan merasakan sakit dan tak tahu apa yang terjadi disekelilingnya.

Semoga Bermanfaat!


Dikutip dari: Tabloid Nova

cuti cuti

Posted by LoveLy KhaLisa at 00.28 0 comments
mau mudik dulu ahhhh....

Selasa, Juni 10, 2008

HORAYYY kaya sekolah, dapet PR

Posted by LoveLy KhaLisa at 02.37 0 comments
wahhh hari ada PR dadakan, ato Quiz dadakan, kata Mama Andra mesti dikumpulin secepatnya...walahh ga belajar niy (kaya mahasiwa z..)
Ya udah Quiz ini aku kerjakan seadanya di kepala, mudah2an dapet nilai bagus..dgn bahasa gado-gado yach

1. What do you want for your birthday?
cake?? no...only God and My Hubby knows what i really want (skip dulu...)


2. Who will be your next kiss?
Alyssa and her dad ;-p

3. When was the last time you when to the mall?
first week on May, bolak-balik ITC Kuningan

4. Are you wearing socks right now?
No..sleeper Yes

5. How did you spend your summer?
walaaa jadul banget, walking around Horbour side, watching people...window shop at down town, some where

6. Have you been to the cinema in the last 5 days?
Nooo....i could not bring the baby to the Movie, nti dibilang egois banget siy siy ibu2 ;-p

7. What was the last thing you had to drink?
Just plain water more more almost spent one galon a day;-p. waktu mau flu n radang

8. What are you wearing right now?
training

9. What was your last purchase?
Dry pants Alyssa buat pergi lusa,mitu tissue basah

10. What was you’re the last food you ate?
padang food..as usual ;-p

11. Who would be the person you would call if you were up in the middle of the night and couldn’t sleep?
papanya Khalisa;-p kalo terpaksa

12. Have you bought any clothing items in the last week?
no...sekarang kalo belanja buat alyssa truss. mamanya dah reda tuh nafsu shoping nya

13. Do you have a pet?
i dont like pet, my hubby like cats a lot, tp ga boleee dooong sama aku

14. What made you laugh in the last 5 days?
khalisaa's action, ada aja yang baru2

15. If you could be anywhere right now, where would you be?
Bandung...kasian khalisa sakit sapa tau disana sembuh

16. What is the last thing you purchased online?
never...ga pernah coba blanja on line

17. One thing you hate about yourself?
Moody, love sleepy so much, hard to wake up,easy to hungry (dah ahh nti bocor semua)

18. Do you miss anyone?
khalisa's dad...separate more than 2 weeks, it s a must cos of chiken pox hehe

19. What are your plans for the day?
packing stuff to Bandung

20. Last person you msg’?
ija...nanya perkembangan sakit, krn skrg khalisa yg batuk2

21. Ever went to a camp?
ever banget...Camp Duri Tercinta

22. Are you a good student in school?
i can be on Top, Always...deuuu sombong, kecuali mahasiswa yahh dah maless

23. What do you know about the (your) future?
i dont know, i just expect bright future...amin..

24. Are you wearing any perfume or cologne?
yup, Victoria's Secret, Pear Glace

25. Where is/are your best friend/s right know?
Duri Camp, Bandung, Jakarta

26. I will send this tag to
kemana yah..i ll think about it later,,dah di borong mama Andra siy..apa ke kamu aja Ross hehe,
yup..aku dah dapat sasarnnya...mama Adel,,mama Zaka n Kishan lagi cuti;-p..next siapa ya?;-p

at 21:34 0 comments

Mamam Sendiri

Posted by LoveLy KhaLisa at 02.10 0 comments
Kali ini mama kasih kepercayaan deh sama Khalisa untuk ngabisin makan malam nya sendiri...
dan ternyata seperti ini hasil nya...pintar kan, mamamnya habiss, magsud nya tupah semuaa n di remes-remes



Senin, Juni 09, 2008

Kacian Batuk

Posted by LoveLy KhaLisa at 21.57 0 comments
Cuaca d Duri niy sedang tidak bersahabat, Hujan temperatur cuaca sedang, ga hujan, extrem panaaaas bgt, masuk rumah dingin karena ber-AC extrem dingin..Khalisa pertama kali sakit batuk niy...kemaren dh d bawa ke docter. get well soon sweety

Memilih Makanan Bayi Instan yang Paling Sehat

Posted by LoveLy KhaLisa at 08.47 1 comments
Tiap orang tua menginginkan bayinya memiliki awal yang terbaik dalam hidup mereka. Ada banyak pilihan yang harus dipilih. ASI atau susu formula? Disposableatau popok? Dan jika bayi sudah pada waktu pemberian makanan padat, mana yang lebih sehat?

Di zaman yang serba sibuk ini perawatan bayi sehari-hari dengan waktu yang terbatas membuat banyak orang tua yang memilih makanan bayi instan. Apalagi makanan instan ini terdapat dalam berbagai jenis sepanjang tahun.

Bayi biasanya mulai memakan makanan padat di usia empat sampai enam bulan. Lebih lambat dari itu tidak dianjurkan. Pada usia enam bulan, bayi biasanya mempunyai dua kali berat badan pada waktu lahir dan pada saat itulah dia tertarik untuk makan apa saja yang di sekitarnya.

Untuk mendapatkan pilihan makanan bayi instan yang paling sehat, carilah saran dari dokter anak, ahli gizi dan para orang tua serta dari toko. Rata-rata bayi Amerika mengkonsumsi 600 bungkus makanan bayi dalam kemasan setiap tahunnya. Rata-rata bayi di Eropa Barat mengkonsumsi makanan bayi dalam kemasan sebanyak 240 buah setiap tahunnya dan di Eropa Timur sekitar 12 buah setiap tahunnya.

Sebelum memasukkan makanan padat dalam menu bayi Anda, pastikan dulu kesiapan anak Anda itu. Dokter anak mengatakan salah satu kesalahan orang tua yang paling umum adalah memberi makanan padat terlalu dini pada anaknya. Jika sudah saatnya mengenalkan si kecil pada makanan padat, orang tua dan perawat memiliki tiga pilihan, yaitu membeli makanan dalam kemasan biasa, membeli makanan bayi dalam kemasan yang oraganik, atau membuat makanan bayi sendiri.

Tak perlu dipertanyakan soal biaya, Anda akan mengeluarkan uang lebih banyak untuk makanan bayi dalam kemasan yang banyak diiklankan. Dan biaya akan lebih banyak lagi dikeluarkan untuk yang organik. Keuntungan dari memberi bayi makanan buatan sendiri ialah Anda mengetahui apa yang bayi Anda makan.

Untuk bayi yang sudah agak besar, banyak makanan dalam kemasan yang hadir dengan berbagai campuran, seperti daging ayam dan sayuran. Kekurangannya dari segi nutrisi ialah produsen pembuat makanan bayi tidak diharuskan untuk memberi keterangan pada labelnya berapa tepatnya jumlah ayam dan jumlah sayuran yang terdapat dalam satu kemasan.

Banyak orang tua beranggapan makanan organik lebih sehat untuk bayi. Tapi, ingat bahwa makanan nonorganik menghasilkan jumlah vitamin dan mineral yang sama dengan yang organik.

Banyak produsen makanan bayi yang memasarkan produknya dalam tiga kategori. Yaitu, makanan tahap pertama, tahap kedua, dan tahap ketiga. Makanan pada ketiga kategori tersebut bervariasi jenisnya, porsinya, ukurannya, dan terkadang teksturnya, untuk melengkapi kebutuhan pertumbuhan bayi.

Makanan tahap pertama adalah satu macam buah, sayuran, dan sereal kering sebagai makanan padat pertama yang dapat dicerna bayi. Bahan dasar untuk makanan bayi tahap pertama sedikit berbeda antara satu merek dengan merek lainnya. Masing-masing terbuat dari satu macam buah atau sayuran, air, dan ditambahkan vitamin C atau asam sitrat. Tapi, berapa banyak pisang dalam satu kemasan? Sulit untuk dikatakan.

Hukum tidak mengijinkan perusahaan untuk menyebutkan dan tidak mungkin untuk mengetahui berapa banyak air yang ditambahkan. Namun, kandungan karbohidrat dari sebuah buah atau sayur merupakan indikator yang baik untuk menunjukkan berapa banyak buah atau sayuran dalam suatu produk. Rata-rata sebuah pisang mengandung 10-15 gram karbohidrat dan rata-rata satu buah beratnya 15 gram.

Sereal, buah-buahan, sayur-sayuran, daging, makanan olahan dan hidangan penutup merupakan makanan bayi tahap kedua dan ketiga untuk bayi umur enam sampai sembilan bulan.

Perbedaan mendasar antara makanan bayi tahap kedua dan ketiga ialah makanan tahap ketiga cenderung memiliki tekstur yang lebih kasar dan mungkin mengandung potongan-potongan kecil dari makanan. Produsen makanan bayi seperti Gerber dan Beech-Nut menjual sekitar 60 persen produk mereka berupa makanan tahap kedua.

Kebanyakan produsen pembuat makanan bayi menambahkan air, tepung, dan gula untuk makanan tahap kedua dan ketiga. Hal ini membuat Anda seolah-olah mendapatkan makanan yang lebih kaya. Namun, sebenarnya hal itu akan mengurangi kandungan nutrisinya. Jadi yakinkan diri Anda untuk membaca kandungan produk pada kemasannya.

Setiap bayi memiliki pilihan sendiri untuk makanannya. Tiap bayi memiliki jadwal pengenalan makanan yang tak sama. Akan tetapi ada garis besar yang bisa diikuti. Pada saat memperkenalkan makanan keras pada bayi, orang tua harus memperhatikan makanan yang mudah dicerna oleh bayi dan tidak menimbulkan alergi.

Yang paling umum adalah memperkenalkan sereal untuk pertama kali. Dibandingkan gandum yang bisa menimbulkan alergi, sereal lebih bagus karena mengandung zat besi yang sangat dibutuhkan bayi. Disamping itu juga mudah bercampur dengan air sehingga mudah dicerna.

Setelah sereal, pemberian sayuran dan buah-buahan bisa diperkenalkan. Biasanya pada saat bayi berumur enam sampai delapan bulan. Banyak dokter anak yang menyarankan sayuran yang didahulukan karena seringkali bayi yang telah merasakan manisnya buah-buahan tak tertarik untuk makan sayur yang rasanya tak semanis buah. Pada umur sebelas bulan, asupan daging mulai diberikan, disusul kuning telur dan kemudian putih telur.

Pada saat bayi berusia 8 bulan ke atas, carilah bahan tambahan seperti tepung tajin dan gula-gulaan yang biasanya tersedia dalam kemasan di swalayan.

Produk ini tidak berbahaya namun hanya mengandung sedikit nutrisi. Karena bayi kurang nafsu makan, maka tambahan tersebut bisa membantu makanan lebih bernutrisi. Kehadiran pengental seperti tepung beras, tepung terigu, dan sagu modifikasi, membuat makanan menjadi tipis dan kurang nutrisi.

Belajar memberi makan pada bayi bisa menjadi saat yang emosional baik bagi orangtua maupun sang bayi. Jangan memaksa bayi Anda untuk langsung menyukai makanan padat pada saat pertama kali.

Kemampuan untuk memakan makanan padat dan menelannya terjadi secara refleks serta tidak terjadi pada saat yang sama pada semua bayi. Saat Anda mulai mengenalkan makanan padat, cobalah untuk tidak putus asa saat bayi anda tampak tidak memakannya. Cobalah mengenalkan makanan baru lagi keesokan harinya. Mulailah dengan satu makanan setiap kalinya. Perkenalkan makanan baru setiap sekitar tiga hari. Perhatikan tanda-tanda ketidakcocokan atau alergi, seperti muntah-muntah, diare, dan gatal-gatal. ruz

Kaleng Harus Bunyi

Menyimpan dan mengolah makanan bayi instan ada caranya. Anda juga harus waspada atas produk yang kadaluarsa, rusak atau telah terkontaminasi zat lain. Berikut hal yang patut diperhatikan:
-Simpan makanan bayi jauh dari uap, kelembaban, panas dan produk dengan bau menyengat.
-Dengarkan bunyi penutup saat membuka kaleng baru. Jika tidak ada bunyi, singkirkan makanan tersebut.
-Beri makan bayi Anda dari piring lain, bukan langsung dari kaleng dan jangan mengembalikan makanan yang belum dimakan ke dalam kaleng. Ini mencegah air liur bayi merusak makanan yang tersisa di kaleng.
-Tutup kembali kaleng dan simpan di kulkas maksimum tiga hari.
-Hati-hati saat memanaskan makanan bayi. Makanan mungkin menjadi terlalu panas. Daging cenderung menjadi panas secara tak merata dan mungkin hancur saat dikeluarkan dari microwave. Aduk makanan dengan baik untuk mendistribusikan panas dan selalu coba suhu makanan sebelum diberikan pada bayi. ruz

Dikutip dari: http:/www.republika.co.id -- Koran » Wanita -- Minggu, 25 Januari 2004

Ketemu teman-teman

Posted by LoveLy KhaLisa at 00.45 1 comments

Foto Ahh sama yang Ulang tahun...Happy belsedey Andraa..

Sabtu, Juni 07, 2008

Cari makanan Baby

Posted by LoveLy KhaLisa at 04.41 0 comments
Kasian Khalis dari pertama d kenalin makanan baru kenal yang instant-instan aja...biscuit, bubur susu...paling banter yang fresh cuma pisang...
Tapi memang rencana mama, perkenalan makanan 6-7 bulan mau yang lembut-lembut dulu menghindari sembelit.
nnnh memasuki 7 bulan mama baru akan memperkenalkan yang lebih variasi salah satunya makanan home made.
ini dia hasil browsing tadi siang salah satu nya

http://mommyraffi.multiply.com/journal/item/1
...tinggal nunggu praktek aja..

Selasa, Juni 03, 2008

Baju Baru ku

Posted by LoveLy KhaLisa at 16.20 0 comments

Makasiy ms Zaka n Kishan,,,now i m look like a lady

Senin, Juni 02, 2008

bobo aja

Posted by LoveLy KhaLisa at 08.47 0 comments

di Wizma khalisa bobo aja...tak ada teman sebaya, disini bapak-bapak semua ;-p
 

LoveLy KhaLisa Copyright © 2009 Baby Shop is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez